Cara Buat Laporan Inspeksi Alat Berat Lebih Optimal

1024 645 piya nieta
Ilustrasi membuat laporan inspeksi alat berat

Melakukan inspeksi pada alat berat sudah merupakan hal wajib sebagai langkah awal preventive maintenance. Dengan menginspeksi alat berat secara rutin, kondisi alat berat dapat dipantau lebih baik dan keselamatan pekerja/operator alat berat juga lebih terjamin.

Kegagalan kerja alat berat, baik itu excavator, dump truck, forklift, crane, loader, dan lainnya dapat merugikan perusahaan, mulai dari produktivitas yang menurun, biaya yang bertambah untuk perbaikan atau penggantian alat berat baru, sampai bahaya karena kecelakaan kerja pada pekerja. Dari sisi finansial sampai sumber daya sangat merugikan, bukan?

Oleh karena itu, inspeksi sangat krusial bagi perusahaan pengguna alat berat, baik itu perusahaan tambang, konstruksi, ataupun plantation. Inspeksi harian, bulanan, tahunan, atau pada periode yang telah ditentukan harus dijalankan dengan baik sehingga dapat memberikan efek positif yang maksimal juga bagi perusahaan.

Setelah melakukan inspeksi, setiap hasilnya harus direkap ke dalam laporan inspeksi yang dilaporkan ke atasan dan dikumpulkan ke perusahaan. Nah, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan agar laporan inspeksi alat berat dapat lebih optimal, yaitu:

  1. Totalitas

    Selalu mengecek keseluruhan bagian alat berat tanpa ada yang terlewat, mulai dari kondisi fisik, kondisi mesin, sampai kondisi cairan (bahan bakar, oli, dll) pada alat berat. Semakin teliti akan semakin baik karena dapat mendeteksi kerusakan sekecil apapun pada alat berat dan mencegah kerusakan tersebut menjadi semakin besar yang dapat berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja atau kerusakan total.
  2. Detail

    Hasil dari pengecekan alat berat langsung dimasukkan ke dalam laporan inspeksi secara detail. Jika inspeksi sudah totalitas, tetapi laporan yang dibuat sangat minimalis maka tidak akan memberi fungsi maksimal. Abnormalitas alat berat sekecil apapun itu tetap harus dimasukkan ke dalam laporan agar dapat segera ditindaklanjuti.
  3. Patuh Prosedur

    Setiap alat memiliki prosedur masing-masing, baik dari perusahaan maupun manufaktur. Prosedur ini ditujukan agar segala kegiatan yang berhubungan dengan alat berat bersangkutan dapat berjalan dengan optimal tanpa membawa dampak negatif bagi alat. Patuhi prosedur yang ada, minimal manual alat berat dari manufaktur alat.
  4. Re-check

    Selalu kembalikan alat berat pada kondisi sebelum dilakukan inspeksi, misalnya cek apakah penutup oli hidraulik telah terpasang kembali dengan baik. Inspeksi memang penting, namun jika ada keteledoran setelah melaksanakan inspeksi tetap berpotensi menimbulkan bahaya bagi alat berat maupun bagi operator. Bahkan satu skrup saja sangat penting untuk dikencangkan kembali setelah inspeksi!
  5. amtiss

    Optimalkan usaha membuat laporan inspeksi dengan memanfaatkan teknologi mobile seperti aplikasi mobile amtiss. Inspeksi dan laporannya dapat berjalan lebih cepat dan terstandarisasi.

Optimalkan Laporan Inspeksi dengan amtiss

amtiss memiliki berbagai fitur sebagai solusi efisiensi maintenance alat berat, salah satunya adalah solusi inspeksi digital. Laporan inspeksi dapat disusun sesuai form inspeksi yang diinginkan perusahaan sehingga operator hanya perlu mengisi dan mengupload form digital pada aplikasi mobile yang langsung terintegrasi dengan sistem perusahaan. Inspeksi dan laporan terjamin sesuai dengan standar perusahaan.

Hasil inspeksi pun dapat langsung dicek oleh pihak yang telah ditentukan sebelumnya sehingga mmpercepat proses pengambilkan keputusan. Penanganan terhadap alat yang menjadi lebih sigap akan mengurangi periode downtime alat. Akhirnya, standar produktivitas alat dapat dijaga begitu juga dengan kinerja operator/mekanik di lapangan.

Ingin mencoba solusi dari amtiss? Segera kirimkan email ke helpdesk@amtiss.com dan dapatkan FREE DEMO dari amtiss!

Ikuti amtiss di Instagram, Facebook, dan LinkedIn agar tetap terhubung dengan amtiss.

AUTHOR

piya nieta

All stories by: piya nieta