Expert Said #4 Johan O Silalahi: “Innovate or Die”

1024 442 s. amaliya halim

Berdikusi mengenai perkembangan bisnis tambang batu bara di Indonesia, Johan O Silalahi, yang sudah berpengalaman puluhan tahun di dunia bisnis, mengatakan setiap pebisnis tambang batu bara harus mampu berpikir bagaimana bertahan hidup dan tumbuh di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. “Terutama untuk para BUMN, jangan terlena dengan comfort zone-nya.” Diceritakan oleh Johan O Silalahi bahwa dirinya sudah memberikan masukan tersebut kepada Menteri BUMN dan lainnya termasuk Presiden melalui tulisannya. Ditulisnya jika dalam 10 tahun ini BUMN dikelola dengan stamina dan speed seperti swasta, menurutnya value, asset, dan lainnya bisa mencapai 10 sampai 20 kali lipat dari sekarang. Johan berharap kritik tersebut dapat membangun semangat para BUMN yang di rasa masih dalam zona nyamannya. “Walaupun sudah banyak yang bagus namun seharusnya bisa berkali lipat lebih bagus,” tegas Johan.

Selain itu Johan berharap bahwa kedepannya Menteri BUMN bisa jadi motor, inovator, integrator, fasilitator, serta motivator untuk seluruh BUMN agar bergerak lebih cepat. Dalam bahasa lain, Johan menggambarkan, “Ini seperti diberi potensi tapi tidak dimanfaatkan. Jangan sampai dikatakan bahwa BUMN ini kufur nikmat”. Yang artinya, menurut Johan O Silalahi ini BUMN mempunyai potensi yang sangat besar dari segi kekayaan sumber daya alam dan manusianya, namun usaha yang dilakukan belum maksimal. Sebagai pendiri Lembaga Think Tank Negarawan Center, juga ormas penggabung para tokoh dan pengamat yaitu Perhimpunan Negarawan Indonesia. Johan mengakui bahwa komentar tersebut didasari semangat kebangsaan bernegara.

Hal lain tentang bagaimana bertahan hidup di tengah persaingan bisnis yang sengit, saran lain Johan O Silalahi adalah berinovasi. Dikatakannya bahwa bagian dari inovasi tersebut adalah teknologi. Diibaratkan oleh Johan bahwa teknologi dan inovasi itu seperti kebutuhan makan dan minum. Meski perusahaan besar yang bergerak di industri tambang batu bara seperti PT Bukit Asam, masih melakukan berbagai inovasi hingga saat ini. “Innovate or die”, tegas Johan.