Expert Said #6 Risono: “Indonesia Menuju Negara Industri Berbasis Tambang”

1024 683 s. amaliya halim

Sources: Antam Resourcindo / Penambangan Nikel di Pulau Gag, Papua Barat

Semenjak keran ekspor Nikel dibuka lagi, Risono mengatakan industri tambang Nikel marak lagi. Namun dalam menghadapi persaingan bisnis, Risono yang pernah menjabat sebagai VP of Operations PT Antam Tbk dan kini mempimpin anak perusahaannya, PT Gag Nikel sebagai Presiden Direktur, semakin menunjukkan performa kepemimpinannya. Risono memiliki tujuan yang tidak hanya mengejar keuntungan bisnis semata. Namun juga mempunyai tujuan membentuk karakter bangsa dan negara menjadi lebih baik. Itulah salah satu faktor terpilihnya Risono sebagai 1st Champion Indonesia Future Business Leader 2018 yang diselenggarakan SWA dan NBO Group.

Belajar dari pengalaman Indonesia, Risono mengatakan bahwa seharusnya Kekayaan Alam ini dijadikan sebagai leverage pembangunan, bukan hanya sebagai komoditas semata. Seperti pesan Presiden pertama RI Soekarno,

“Biarlah kekayaan alam ini tersimpan sampai nanti putra-putra bangsa ini dapat mengolahnya sendiri”

Dari situ Risono mempunyai visi misi yang besar. Berdasarkan trend saat ini, diprediksi bahwa trend kedepannya masyarakat sudah tidak lagi menggunakan mobil dengan bahan bakar minyak, melainkan mobil listrik. Dijelaskannya bahwa 2030 nanti di Eropa bahkan sudah melarang penggunaan mobil selain mobil listrik. Hingga nanti pada 2040, diprediksikan bahwa 30% mobil di dunia adalah mobil listrik. Trend ini menjadi penguat bahwa nantinya bijih Nikel akan tinggi permintaannya sebagai bahan baterai yang dibutuhkan untuk mobil listrik.

Hal tersebut menjadi alasan bagi Risono untuk mendorong Indonesia lebih maju lagi. “Indonesia ini sangat terkenal kekayaannya. Sekarang masih berkembang, tapi Indonesia akan jadi negara maju ketika sudah menjadi negara industri. Pastinya tidak luput dari pengawalan pemerintah”, kata Risono. “Yang penting bangun dulu industrinya!”, tegas Risono yang tidak memusingkan perkara kepemilikan saat ini. Menurutnya tidak masalah membawa investor-investor asing karena itu masih bisa dijaga dengan pembuatan peraturan yang jelas nantinya. Yang penting adalah bagaimana pembentukan karakter bangsa Indonesia untuk mengolah kekayaan alamnya sendiri.

“Indonesia ini harus bisa berubah. Dari masyarakat penambang, menjadi masyarakat industri berbasis tambang”, – Risono.

Dengan begitu Risono ingin dirinya bersama masayakat Indonesia lainnya dapat memanfaatkan anugerah dari Tuhan sebagai negara ke-6 dengan cadangan Nikel terbesar di dunia, dengan membangun industri pengolahan Nikel sebagai bahan baku penting baterai listrik.