{:en}Hydraulic Fracturing{:}{:id}Hydraulic Fracturing{:}

1024 683 natasha latifah

{:en}Hydraulic Fracturing, also called hydro fracturing, hydro fracking, fracking, or fraccing is a technique of oil mining. It was tested for the first time in 1947 and success to be applied commercially in the next 3 years. In 2012, there were 2.5 billion oil mining using hydraulic fracturing around the world.

 

Basically, this technique is divided into 3 main stage.

Well digging

Well digging is done by crushing rocks with high-pressure liquids pumping and drills with diamond eye. The pumping is intended to softer the rock which make it easier to be crushed, and the drill is intended to make a hole in the bowels of the earth to mine oil.

 

Hole making

Hole making is done by creating explosion using dynamite or nitroglycerin. This hole will be the channel for mining oil from the bowels of the earth.

 

Hold open the hole

The sand, which is contained in the liquids will hold open the newly created hole and cause the oil ‘slide’ to surface through the hole.

 

The liquids is not only contain water and tight sands, but also contain acid, surfactant/gelling agent and other else. The tight sands or proppants has function to help the process of rock crushing, to hold the hole, and to smooth out the drilling process. The function of surfactant is to prevent the sand deposits. If the deposits happened, the well would be clogged and certainly disturbing the drilling and mining process.{:}{:id}Hydraulic Fracturing, disebut juga hydrofracturing, hydrofracking, fracking, atau fraccing merupakan salah satu teknik penggalian minyak. Teknik ini pertama kali diuji coba tahun 1947 dan sukses diaplikasikan secara komersil tiga tahun kemudian. Pada tahun 2012, terdapat 2,5 juta penggalian minyak dengan proses hydraulic fracturing yang dilakukan di seluruh dunia.

 

Umumnya, teknik ini dibagi menjadi 3 tahap utama, yaitu :

Penggalian sumur

Penggalian sumur dilakukan dengan menghancurkan bebatuan dengan memompa cairan bertekanan tinggi dan bor dengan mata intan. Pemompaan cairan ditujukan agar batuan menjadi lunak dan lebih mudah hancur, sedangkan bor ditujukan untuk membuat lubang di perut bumi untuk menambang minyak.

 

Pembuatan lubang

Pembuatan lubang dilakukan dengan membuat ledakan menggunakan dinamit atau nitroglycerin. Lubang inilah yang akan menjadi saluran untuk menambang minyak dari perut bumi.

 

Pengganjalan lubang

Pengganjalan lubang dilakukan dengan menggunakan butiran pasir dari cairan yang telah dipompa sebelumnya agar minyak akan mengalir dengan sendirinya melalui lubang yang sudah ada.

 

Cairan yang digunakan mengandung air, asam, butiran pasir, pengental (surfactant/gelling agent), dan lain-lain. Butiran pasir yang biasa disebut proppant berfungsi untuk membantu proses penghancuran batuan, sebagai pengganjal agar lubang yang sudah dibuat untuk saluran minyak tidak tertutup, dan sebagai pelicin pada proses pengeboran. Fungsi dari pengental adalah untuk mencegah butiran pasir mengendap. Bila terjadi pengendapan, sumur yang telah dibuat dapat tersumbat dan tentunya mengganggu proses pengeboran.{:}