Investasi Melalui Sistem Untuk Kontrol Alat Berat

1024 768 s. amaliya halim

Saat ini, hampir semua aktivitas manusia membutuhkan bantuan teknologi. Namun kenyataan ini tidak disadari oleh semua orang. Masih banyak pihak yang belum ‘melek teknologi’ sehingga tidak mempertimbangkan teknologi sebagai solusi dari masalah yang ada saat ini. Seperti halnya penggunaan software untuk mempermudah sistem di perusahaan. Bagi perusahaan yang terbuka dan sadar akan kebutuhan tersebut, perusahaan pasti rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk membeli sebuah software. Hal tersebut dianggap sebuah investasi, karena mengeluarkan biaya yang tinggi namun pasti kembali dalam jumlah yang berlipat karena efisiensi dari penggunaan sistem tersebut.

Seperti PT Cooper Energy Sukatani Ltd, yang melakukan kerja sama operasi khusus untuk PT Pertamina dalam melakukan lifting oil di daerah Prabumulih, Sumatera Selatan. Untuk mendukung program operasional dan produksi, perusahaan membutuhkan alat berat beserta personil yang baik. Dijelaskan oleh Senior Field Engineer, Reyhan, bahwa ketika alat berat dan manpowernya dirasa penting dan harus diperhatikan, perusahaan mengaplikasikan sebuah Fleet Management system untuk mengontrol alat dan behaviour dari manpower. “Perusahaan ingin tahu apa aktivitas sehari-harinya mesin dan personilnya, pergerakannya kemana saja, lebih banyak idle atau kerjanya, semuanya. Itu akan menjadi laporan dan bahan analisa kami”, jelas Reyhan.

Jadi, dengan sistem ini perusahaan ingin monitoring aktivitas alat secara online dan realtime. Seperti perhitungan total engine hour, yang berguna untuk perhitungan jumlah jam kerja/drive duration operasional. Kemudian perhitungan jarak tempuh dan total engine hour, yang berguna untuk menentukan masa perawatan dan tentunya menjadikan informasi keakuratan total pemakaian bahan bakar. Kemudian sebagai preventive maintenance, sistem dapat memberikan reminder kapan waktu untuk perawatan alat, perpanjang SILO, SIO, dan lainnya. Sensor hour meter pada alat berat, dan lainnya. Sehingga perusahaan dapat menerima laporan yang akurat dan menganalisa penyebab kebocoran biaya.

Hal tersebut membuktikan bahwa perusahaan berani untuk melakukan investasi berupa penggunaan software yang dapat meningkatkan produktivitas operasional. Dan diakui Reyhan bahwa keadaan sistem sangat membantu dalam pengumpulan data yang vallid. Sehingga jelas lebih menguntungkan untuk jangka panjang. “Because everything have a price, kalau mau lebih maju ya harus berani ambil perubahan”, jelas Reyhan, ketika ditanya kenapa mau menggunakan software yang terbilang mahal untuk membantu operasional.