Permintaan yang Tinggi, Harga Batu Bara Meningkat

1024 369 Ulrika Anisya

Batu bara adalah salah satu sumber energi di dunia. Batu bara sebagai bahan bakar yang digunakan sejak berabad-abad yang lalu karena batu bara memiliki peranan yang penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Sejak awal tahun 1990an, sektor pertambangan batu bara dibuka kembali untuk investasi ke luar negeri, karena Indonesia mengalami peningkatan produksi, ekspor dan penjualan batu bara dalam negeri. Namun, penjualan domestik menjadi tidak signifikan karena konsumsi batu bara di dalam negeri relatif sedikit.

Dalam beberapa tahun terjadi peningkatan penjualan batu bara domestik yang pesat karena pemerintah Indonesia berkomitmen terhadap pembangunan berbagai pembangkit listrik yang sebagian besar menggunakan batu bara sebagai sumber energi karena Indonesia memiliki cukup banyak cadangan batu bara.

Pada tahun 2018 di perkirakan harga komoditas ini bertahan di angka US$ 75 per ton hingga tahun 2020. Harga batu bara yang sebelumnya berada di US$ 67 per ton ini hanya berlaku untuk jenis Newscastle kalori 6000. Penyebab kenaikan harga ini seiring peningkatan permintaan dan turunnya investasi baru atas pertambangan batu bara, serta bagaimana aturan bank terkait isu lingkungan semakin ketat.

Karena peningkatan permintaan yang sangat tinggi, China membeli batu bara dari luar negeri oleh Beijing hanya berada di angka 1,5 juta ton, atau dengan tingkat impor harian sebesar 300.000 ton. Tingkat impor harian turun jauh jika dikomparasi dengan total impor sebesar 226,2 juta ton di 11 bulan pertama tahun 2018 atau dengan tingkat impor harian mencapai 677.000 ton. Maka itu pemerintah China memutuskan untuk membatasi impor batu bara di sepanjang tahun 2018.

Source :

cnbcindonesia.com

AUTHOR

Ulrika Anisya

All stories by: Ulrika Anisya