Posts Tagged :

excavator

5 Tips Maintenance Mini Excavator

1024 645 piyanieta

Mini Excavator merupakan excavator dengan ukuran paling kecil dengan berat kurang dari 6 ton. Dengan kombinasi fungsi, ukuran, dan tenaga, Mini Excavator termasuk dalam alat berat serbaguna yang banyak digunakan di lapangan.

Mini Excavator

Sama seperti alat berat lainnya, Mini Excavator membutuhkan perawatan atau maintenance yang baik dan proaktif untuk menjaga kinerja dan kesehatan mesin. Bahkan, Mini Excavator yang dirawat dengan sangat baik mampu mencapai umur kurang lebih 10.000 jam!

Nah, apa saja yang harus diperhatikan dalam maintenance Mini Excavator? Tenang, amtiss telah merangkum 5 Tips Maintenance untuk Mini Excavator, yaitu:


Periksa Oli dan Filter

Periksa level dan kondisi oli hidraulik setiap hari. Segera ganti oli sesuai jadwal yang direkomendasikan atau ditentukan oleh manufaktur. Usahakan jangan menunggu sampai oli berubah warna. Periksa juga filter oli untuk mencegah oli tersumbat kotoran. Dengan melakukan hal ini, Anda dapat mencegah pengeluaran tidak terduga yang disebabkan kerusakan mesin mendadak.


Perhatikan Bahan Bakar dan Filter

Periksa bagian pemisah bahan bakar dengan air, begitu juga dengan filternya. Ketidakseimbangan air dan bahan bakar dapat mengurangi kinerja Mini Excavator. Filter bahan bakar yang kotor pun berpotensi menyumbat aliran bahan bakar sehingga menyebabkan mesin tersendat atau bahkan mati tiba-tiba.


Beri Pelumas

Pastikan bagian-bagian bergerak selalu dilumasi dengan pelumas yang cukup untuk mencegah bagian tersebut mengalami keausan dini. Tips tambahan, jika excavator beroperasi di air, ingat untuk mengolesi pelumas sebelum dan sesudah excavator dioperasikan!


Ketegangan pada Track

Track yang longgar atau terlalu ketat dapat menyebabkan manuver yang buruk, kecelakaan kerja, keausan dini sampai kerusakan mesin. Oleh karena itu, pastikan untuk mengecek ketegangan track setiap hari, sebelum dan sesudah pengoperasian di lapangan.


Periksa Boom, Bucket, dan Arm

Selalu periksa kondisi dari ketiga bagian ini untuk mendeteksi retak, bengkok, penyok, dan karat. Segera beri penanganan meskipun hanya menemukan kerusakan kecil pada bagian ini untuk mencegah kerusakan lebih besar di masa depan.


Maintenance memang terlihat memakan lebih banyak waktu dan tenaga, namun Anda akan merasakan manfaat dari maintenance yang rutin dalam jangka waktu panjang! Berkurangnya jumlah breakdown atau downtime mesin mengindikasikan lebih banyak uptime dan produksi yang dihasilkan. Biaya untuk memperbaiki mesin yang rusak atau membeli spare part di luar prediksi pun dapat dikurangi.

Untuk meningkatkan efisiensi maintenance, Anda dapat menggunakan solusi digital seperti amtiss. amtiss mendukung digitalisasi proses maintenance, mulai dari aktivitas planning/scheduling sampai reporting. Dengan basis mobile app dan web app, maintenance Mini Excavator dan alat berat lainnya dapat dilakukan lebih cepat dengan memanfaatkan koneksi internet.

amtiss juga menyediakan fitur notifikasi sehingga maintenance selalu berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Adanya fitur WO dan WR pun memudahkan dan mempercepat penyampaian tugas dan request antara lapangan dengan kantor pusat.

FREE DEMO amtiss

Ingin mengetahui lebih lanjut tentang fitur lainnya dari amtiss? Segera hubungi kami melalui WA atau email dan dapatkan FREE DEMO langsung dari tim kami.

Dapatkan informasi menarik lainnya tentang alat berat, maintenance, dan industri pengguna alat berat hanya di amtiss.com. Ikuti juga kami di Instagram, Facebook, dan LinkedIn untuk tetap terhubung dengan amtiss.

Salam Maintenance Masa Kini!


Sumber:
https://www.forconstructionpros.com/equipment/earthmoving-compact/mini-excavators/article/10292032/compact-excavator-maintenance
http://info.texasfinaldrive.com/shop-talk-blog/hints-for-inspecting-a-used-mini-excavator

[INFO] Hal Penting Tentang Mini Excavator

1024 645 piyanieta

Proyek konstruksi maupun tambang pasti tidak asing dengan Excavator. Bagaimana tidak? Setiap pekerjaan penggalian selalu mengandalkan alat berat yang memiliki sistem hidraulik ini.

Excavator sendiri terdiri dari berbagai ukuran, mulai dari besar sampai mini. (Baca tentang ukuran excavator)

Mini Excavator Caterpillar
Mini Excavator

Mini Excavator atau disebut juga Compact Excavator, merupakan excavator dengan ukuran paling kecil dibanding excavator lainnya. Mini Excavator dapat dioperasikan pada berbagai tempat ataupun dalam ruangan untuk berbagai jenis proyek, misalnya untuk memperbaiki saluran air, instalasi kabel listrik bawah tanah, menghancurkan bangunan kecil, dan pekerjaan menggali lainnya.

Ukurannya yang kecil dapat mengurangi kerusakan pada top ground dan mudah untuk dipindahkan. Tenaga yang diperlukan untuk mengoperasikan Mini Excavator juga lebih hemat.

Pengoperasian Mini Excavator kurang lebih sama dengan excavator biasa. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar Mini Excavator dapat mencapai umur maksimal, seperti:

  1. Batas Mesin
    Mini Excavator memiliki batas angkut (load) variatif sesuai dengan ukuran alat dan bucket. Cek kembali buku manual dan pastikan load maksimal untuk Mini Excavator. Ingat, overload dapat menyebabkan kerusakan pada Mini Excavator dan bahaya bagi orang sekitar mesin.
  2. Track yang Tepat
    Selalu sesuaikan jenis Track yang digunakan dengan kondisi lapangan. Hal ini dapat meminimalkan kerusakan atau keausan cepat pada track dan mencegah kecelakaan kerja.
  3. Safety!
    Meskipun ukurannya lebih kecil dari ‘keluarganya’, Mini Excavator juga dapat berbahaya. Pastikan Anda telah mengikuti training dan manual yang ada. Selain untuk meminimalkan kecelakaan kerja, hal ini juga dapat meminimalkan kerusakan pada Mini Excavator.
  4. Maintenance
    Sudah menjadi hal wajib dilakukan untuk memperpanjang umur alat berat, termasuk Mini Excavator. Rencanakan dan laksanakan maintenance rutin untuk Mini Excavator Anda. Dengan maintenance yang proaktif, Anda dapat menghindari breakdown atau downtime dini.

Mini Excavator yang dioperasikan dan dirawat dengan baik tentu akan memberikan produksi yang lebih maksimal. Rentang uptime mesin akan lebih lama dengan frekuensi breakdown yang rendah. Manajemen biaya untuk Mini Excavator juga menjadi lebih efisien karena berkurangnya pengeluaran tiba-tiba untuk perbaikan tidak terjadwal.

Dapatkan informasi menarik lainnya tentang alat berat, maintenance, dan industri pengguna alat berat hanya di amtiss.com. Ikuti juga kami di Instagram, Facebook, dan LinkedIn untuk tetap terhubung dengan amtiss.


Sumber:
https://www.turfmagazine.com/maintenance/secure-digging-8-safety-tips-for-mini-excavators/
[foto] cat.com

Periodical Service Excavator untuk HM 250 Pertama

1024 645 piyanieta
periodical service excavator komatsu
Ilustrasi periodical service

Periodical Service adalah perawatan yang dilakukan secara berkala dengan interval pelaksanaan berdasarkan Hour Meter (HM) atau Kilometer (KM) dari alat. Perawatan berkala ini ditujukan agar alat dapat mencapai usia maksimum dari manufaktur dan dapat beroperasi optimal dengan mengurangi kemungkinan breakdown.

Service Excavator di HM 250

Excavator, salah satu alat berat yang umum digunakan untuk earthworks pun tidak luput dari periodical service. Biasanya, excavator menggunakan interval HM untuk periodical service dimulai dari 250 jam pertama.

Lalu, apa yang harus dilakukan ketika HM excavator telah mencapai 250 jam pertama? Tidak perlu panik, Anda tinggal mengikuti tips berikut:

  1. Periksa jarak celah katup engine pada excavator
  2. Ganti oli final drive
  3. Ganti oli sistem hidrolik
  4. Ganti oli swing drive
  5. Ganti elemen filter primer dan sekunder pada sistem bahan bakar

Anda juga harus memperhatikan beberapa poin berikut saat HM 250 pertama:

  1. Meskipun alat masih baru, tetap harus mengganti beberapa part meski masa pakainya belum habis. Walau biaya yang dikeluarkan menjadi lebih besar di awal, hal ini ditujukan agar mencegah biaya membludak di periode akhir umur alat.
  2. Tetap ikuti petunjuk dan rekomendasi (termasuk bahan bakar dan pelumas)yang tertera pada buku manual dari manufaktur asal.
  3. Hindari menjalankan engine pada putaran tinggi dan menambah atau menghentikan kecepatan engine secara tiba-tiba. Hindari juga belokan tajam jika tidak benar-benar diperlukan.

Dapatkan info dan tips menarik lainnya seputar maintenance alat berat di blog dan media sosial amtiss di Instagram, Facebook, dan LinkedIn.

Temukan solusi digital untuk maintenance alat berat yang sesuai dengan perusahaan Anda dengan mengirim email ke helpdesk@amtiss.com.


Sumber:
http://khrisnaari29.blogspot.com/2014/08/pemeriksaan-harian-dan-jadwal-perawatan.html
http://mekanikkomatsu.blogspot.com/2017/08/klasifikasi-maintenance.html


Sumber foto:
https://www.equipmentworld.com/komatsu-launches-smart-construction/

tips inspeksi excavator

Bagian Excavator yang Harus Dicek Saat Inspeksi

1024 645 piyanieta
tips inspeksi excavator
Ilustrasi Excavator

Inspeksi wajib dilakukan untuk memastikan alat berat layak untuk dioperasikan. Selain meningkatkan produktivitas dan memperpanjang umur alat, inspeksi juga dapat menjamin keselamatan operator bersangkutan. Pada blog kali ini, amtiss akan membahas bagian penting untuk dipertimbangkan saat melakukan inspeksi pada Excavator.

Excavator merupakan salah satu jenis alat berat yang umum digunakan untuk berbagai proyek, terutama untuk earth works. Alat yang disebut juga Digger ini memiliki bagian yang tidak boleh terlewat untuk dicek saat inspeksi, yaitu:

  1. Bucket
    Perhatikan jika ada yang tampak abnormal (penyok, karat) pada bucket.
  2. Hydraulic Cylinders
    Jika menemukan oli pada permukaan cylinders, waspada akan kebocoran!
  3. Arm & Boom
    Periksa cacat seperti retak pada las antara arm dan boom. Sangat berbahaya jika retak kecil dibiarkan karena alat bekerja mengangkat beban yang berat.
  4. Semua Pin yang ada pada bucket, boom, dan arm
    Selalu berikan grease regular untuk menghindari aus dan karat pada bagian ini.
  5. Cabin
    Cek apakah ada retak, penyok, dan karat pada seluruh bagian cabin. Periksa juga rem dan klakson dapat berfungsi dengan baik.
  6. Mesin
    Perhatikan tanda kebocoran pada pompa hidrolik, selang, fitting, dan valves.
  7. Counter Weight
    Keseimbangan dari alat dan beban yang diangkat bergantung pada bagian ini. Ingat untuk selalu periksa posisi maupun kondisi counterweight!
  8. Front Idler
  9. Guide Rollers
  10. Pins and Bushings
    Periksa apakah pins dan bushings mengalami keausan berlebihan.
  11. Roller Frame
  12. Roller Crawler

Ingin mendapatkan info dan tips lainnya seputar maintenance alat berat? Ikuti terus udpate dari blog dan media sosial amtiss di Instagram, Facebook, dan Linkedin.


Ingin memaksimalkan maintenanc alat berat Anda? amtiss punya solusi digital yang tepat hanya untuk Anda! Segera kirim email ke helpdesk@amtiss.com dan dapatkan FREE DEMO amtiss!

Tips to Maintain The Undercarriage (2)

1024 645 piyanieta

Continuing the last article, here are the remaining tips to maintain Excavator Undercarriage by Shane Reardon, a Doosan excavator product specialist:

Illustration: operating crawler equipment
  • Basic practices
    Adhere manufacturer’s recommended operating procedures can help to decrease the possibility of breakdown.
    Find the tips here.
  • Proper Track Tension
    Adhere and maintain the proper track tension when operating the equipment. A tip for you, run the tracks slightly looser when working in soft-muddy conditions.
Illustration: tracks on the grass
  • Sensitive Surfaces? Choose Rubber Tracks
    Rubber tracks offer good flotation that allows the equipment to travel across and work on soft ground conditions with minimum ground disturbance on finished surfaces (concrete, grass, asphalt).
  • Adhere to Proper Procedures
    Every equipment has its own proper procedures in the manufacturer’s Operation and Maintenance Manual. Following the manual will minimize excessive wear and track degradation.

Read other tips and solutions to maximize your heavy equipment productivity on amtiss.com. Follow artists on Instagram, Facebook, and Linkedin to get all updates from amtiss.

Tips to Maintain The Undercarriage (1)

1024 645 piyanieta

The undercarriage consists of various important components – which is quite expensive – certainly needs to be maintained properly. In addition to optimizing costs, any company also wants to maximize the operation of crawler equipment and improve its lifespan.

Here are some tips to maintain your Excavator Undercarriage by Doosan excavator product specialist: Shane Reardon.

Illustration: dirty track
  • Keep it clean!
    Clean the undercarriage from dirt and other debris after the daily operation, especially in colder climates when the materials freeze faster. The materials can rub on the bolts, loosen the guiding, seize up the rollers, and add additional weight to the components. In another word, wasteful of fuel.
    So, regular cleaning will prevent unnecessary downtime on the undercarriage.
  • Undercarriage Inspection Routine
    Undercarriage inspection allows the operator to find out early if there are excessive or uneven wear, damage-missing-or misplaced components, and oil leakage. Routine inspection is needed especially for equipment used in harsh or other challenging conditions.
    Here are the items that need to be inspected on a routine basis: drive motor, drive sprockets, main idlers and rollers, rock guards, track bolts, track chain, track shoe, track tension.
    By doing the routine inspection, loose trackpad, broken track pin, and major failure in the components can be prevented.

Read the remaining tips to maintain your undercarriage HERE.

Read other tips and solutions to maximize your heavy equipment productivity on amtiss.com. Follow amtiss on Instagram, Facebook, and Linkedin to get all updates from amtiss.

Excavator Sizes

1024 645 piyanieta

Choosing the right size of excavator is very important to get the job onsite done properly and efficiently. Imagine if you had a sewer reparation project but you used a standard excavator which was too big for the project, your job might not finish properly and the probability of over budget was increased. Or, if you had a major construction project but only had a mini excavator, you might go over the deadline.

Before picking the right size of excavator, it’s important to know the size variation. There are 4 main size categories of excavators:

  1. Mini or Compact Excavator (<6 tons)
    • is the smallest excavator class by size
    • is the best for small places and indoor work such as sewer repairs, water line installation, etc
  2. Midi Excavator (6-10 tons)
    • gives more power to small spaces with high maneuverability
    • also can be used on standard projects such as building construction and landscaping
  3. Standard Excavator (10-45 tons)
    • has a nickname: crawler excavator
    • is the most popular size for the commercial construction project, especially for 19-24 ton range
    • has a hydraulic system which increased power and attachment options that make it capable of handling multiple tool attachment
  4. Large Excavator (>45 tons)
    • is the largest excavator class
    • is necessary for massive construction and demolition work because of its power and capacity
    • due to its size, it is required an oversized truck to transport the excavator

Want to know more about heavy equipment? Subscribe our blog and follow us on our social media: Instagram, Facebook, and Linkedin!

HEAVY EQUIPMENT SYSTEM OF EXCAVATOR

1024 768 adhistya

Excavators are heavy equipment that are widely used for the purpose of transporting or digging material or other constructive activities. The Heavy Equipment System used in the Excavator itself is a hydraulic system, where the main driving force is a diesel engine. This diesel engine functions to convert mechanical energy into hydraulic energy obtained from pump pressure. This pressure is then distributed to the hydraulic cylinder and finally converted to a certain movement.

Heavy Equipment System Uses Hydraulic on Excavators

  1. Excavator Parts
    Basically, part of the construction system of hydraulic excavators is classified into two, namely attachments and base machines.
    a. Attachment
    • Bucket, this attachment is in direct contact with the material when loading.
    • Boom is a base frame attachment attachment with arm, this part has a certain length and range to carry out the loading and unloading process.
    • Arm is a boom connector with Buckets.
    b. Base Machine
    • Base Frame, this section consists of the engine, counter weight, cabin, and other components that are at the top of the revo frame.
    • Track Shoe, this part has a role as a wheel used by excavators to walk
    • Track Frame, this component is composed of crawler frames and center frames that are used as the foundation of the operation of the hydraulic excavator.
  2. Hydraulic Excavator mechanism
    The excavator mechanism uses a diesel engine that rotates the pump to drain hydraulic fluid from the tank to the machine system which then returns to the tank. Some components that obtain hydraulic fluid distribution and pumps are Boom Cylinder, Arm Cylinder, Bucket Cylinder, Travel Motor and Swing Motor. As for some types of movements produced by this hydraulic system, the movement and how it works will be explained through the points below.

• Traveling the Right Shoe and Left Shoe
Movements in this section come from valves in the Control Valves which are then divided into two movements to go forward and backward. Hydraulic energy originating from the pump will be converted into mechanical energy through Travel Motor. The next Travel Motor will rotate the Sprocket to move the Track Shoe.

• Swing
This section can rotate up to 360º, swing works by moving the lever to open the valve in the Control Valves containing hydraulic fluid. Then this fluid is flowed to Swing Motor to be converted into rotation.

• Arm
The In-Out Arm movement is regulated by Arm Cylinder, Arm will be lifted if the Arm out valve opens then closes if the Arm In valve is closed. This Heavy Equipment System works based on the fluid flowing from the Arm Out valve and then presses the Arm Cylinder piston. But if the movement on the Arm drops, the arm out and arm in conditions on the valve will work otherwise.

• Boom
Lifting and ducking movements on the boom are carried out by Boom Cylinder. This movement utilizes the lever in the operator’s room which makes the Boom Down and Boom Raise Control Valve open. The boom will lift when the Boom Raise valve is opened, then the Boom Down valve will close. Here the fluid coming from the Boom Raise valve will flow and press the Cylinder Boom piston then produce a raise and down movement.

• Bucket
Next, the lifting and bending movements are carried out by Bucket Cylinder. Then the task of managing the machine system are Bucket Crawl valves and Bucket Dumps. The bucket produces a lifting motion when the valve on the dump bucket is open, and the Bucket Crawl valve is closed. The fluid will then be flowed from the bucket dump valve and then press the piston on the Bucket Cylinder, for bending motion, of course this is the opposite.

copyright amtiss.

SISTEM ALAT BERAT PADA EXCAVATOR

Excavator merupakan alat berat yang banyak digunakan untuk keperluan mengangkut ataupun menggali material ataupun kegiatan bersifat konstruktif lainnya. Sistem Alat Berat yang digunakan pada Excavator sendiri adalah sistem hidrolik, dimana tenaga penggerak utamanya adalah mesin diesel. Mesin diesel ini berfungsi mengkonversikan energi mekanik menjadi energi yang bersifat hidraulik yang didapatkan dari tekanan pompa. Tekanan inilah yang kemudian didistribusikan menuju silinder hidraulik dan akhirnya diubah menjadi gerakan tertentu.

Sistem Alat Berat Menggunakan Hidraulic Pada Excavator

  1. Bagian-bagian Excavator
    Pada dasarnya bagian dari konstruksi sistem Alat Berat excavator hidraulic digolongkan menjadi dua, yaitu attachment dan Base Machine.
    a. Attachment
    • Bucket, attachment ini merupakan yang bersentuhan langsung dengan material saat melakukan loading.
    • Boom merupakan attachment penghubung base frame dengan arm, bagian ini memiliki panjang dan jangkauan tertentu untuk melakukan proses loading dan unloading.
    • Arm adalah penghubung boom dengan Bucket.
    b. Base Machine 
    • Base Frame,  bagian ini terdiri dari mesin, counter weight, cabin, serta komponen lain yang berada di bagian atas revo frame.
    • Track Shoe,  bagian ini memiliki peran sebagai roda yang digunakan excavator untuk berjalan
    • Track Frame, komponen ini tersusun dari crawler frame dan center frame yang digunakan sebagai tumpuan dari pengoperasian hydraulic excavator.

2. Mekanisme Hydraulic Excavator
Mekanisme excavator menggunakan mesin diesel yang memutar pompa untuk mengalirkan fluida hidraulic dari tangki menuju sistem alat berat yang kemudian kembali lagi menuju tangki. Beberapa komponen yang memperoleh distribusi fluida hidraulic dan pompa yaitu Boom Cylinder, Arm Cylinder, Bucket Cylinder, Travel Motor dan Swing Motor. Adapun beberapa jenis gerakan yang dihasilkan sistem hidraulic ini, gerakan beserta cara kerjanya akan dijelaskan melalui poin-poin di bawah ini.

• Traveling Right Shoe dan Left Shoe
Gerakan pada bagian ini berasal dari katup yang ada di Control Valves yang kemudian dibagi menjadi dua gerakan untuk maju dan mundur. Energi hidraulic yang berasal dari pompa akan dikonversikan menjadi energi mekanis lewat Travel Motor. Travel Motor selanjutnya akan memutar Sprocket untuk menggerakan Track Shoe.

• Swing
Bagian ini mampu berputar hingga 360º, swing bekerja dengan menggerakan lever untuk membuka katup pada Control Valves yang berisi fluida hidraulic. Kemudian fluida ini dialirkan menuju Swing Motor untuk diubah menjadi putaran.

• Arm
Gerakan In-Out Arm diatur oleh Arm Cylinder, Arm akan terangkat jika katup Arm out terbuka kemudian menutup jika katup Arm In tertutup. Sistem Alat Berat ini bekerja berdasarkan Fluida yang mengalir dari katup Arm Out kemudian menekan piston Arm Cylinder. Tetapi jika gerakan pada Arm turun,maka kondisi arm out dan arm in pada katup akan bekerja sebaliknya.

• Boom
Pergerakan Mengangkat dan Merunduk pada boom dilakukan oleh oleh Boom Cylinder. Gerakan ini memanfaatkan lever pada ruang operator yang membuat katup Boom Down dan Boom Raise Control Valve terbuka. Boom akan terangkat apabila katup Boom Raise dibuka, kemudian katup Boom Down akan tertutup. Di sini Fluida yang berasal dari katup Boom Raise akan mengalir dan menekan piston Cylinder Boom kemudian menghasilkan gerakan raise and down.

• Bucket
Selanjutnya gerakan mengangkat dan menekuk, gerakan ini dilakukan oleh Bucket Cylinder. Kemudian yang bertugas mengatur sistem alat berat ini adalah katup Bucket Crawl dan Bucket Dump. Bucket menghasilkan gerakan mengangkat apabila katup pada Bucket dump terbuka, serta katup Bucket Crawl pada kondisi tertutup. Fluida kemudian akan dialirkan dari katup bucket dump lalu menekan piston pada Bucket Cylinder, untuk gerakan menekuk tentu saja hal ini berlaku sebaliknya.

Telat Mendeteksi Masalah karena Laporan Terlambat

1024 683 amaliya

Demi keselamatan jiwa dan operasi pertambangan, setiap sumber daya baik manusia maupun alat harus melewati proses uji kelayakan. Banyak yang harus diperiksa dan dipastikan sudah memenuhi standar, baru lah operasi tambang dapat dijalankan. Cipto sebagai Head of Health Safety and Environment sebuah kontraktor tambang mengatakan bahwa ia sangat ketat dalam menerima laporan layak atau tidaknya alat yang akan digunakan untuk menambang. “Sudah memenuhi persyaratan belum? Tahunnya, sertifikasinya, record perawatannya, hingga operatornya”, jelas Cipto.

Pengecekan terhadap hal-hal di atas dilakukan secara rutin karena sering kali dokumen yang digunakan tidak diperbarui akibat lupa masa berlakunya, misalnya. Kemudian gantinya operator yang ternyata tidak ada SIO nya. Juga mengenai record perawatan alat, yang menjadi salah satu perhatian terpenting dalam menilai sebuah alat layak atau tidak beroperasi. Diakui Cipto, sering kali menemui kenakalan tim di lapangan seperti tidak melakukan cek harian alat, terlambat melakukan perawatan, dan lainnya. Namun hal tersebut diketahui setelah kejadian sehingga solusi yang dilakukan hanya melakukan visit ke site lebih sering lagi.

Adapun hal lain yang menjadi tantangan adalah mengenai pengiriman logistik yang sering kali tidak tercatat dengan baik sehingga terjadi miscommunication dan menghambat pekerjaan yang lain.

Jika mempelajari kondisi yang ada, Cipto mengakui seharusnya masalah-masalah seperti disiplin perawatan dan miscommunication tidak lagi terjadi jika pekerjaan apapun tercatat dan ter-update dengan cepat. Seperti masalah ketidakdisiplinan tim perawatan, dapat terdeteksi dini jika saja laporan diterima dengan cepat. Namun Cipto menyadari bahwa butuh waktu untuk membenahi hal tersebut misalnya mengubah menjadi digital inspection yang dapat mempercepat dalam memperoleh laporan sehingga dapat mendeteksi masalah dengan lebih cepat. Dibutuhkan pendekatan yang tepat untuk menimbulkan kesadaran baik kepada tim di lapangan maupun sisi manajerial.

Expert Said #6 Risono: “Indonesia Menuju Negara Industri Berbasis Tambang”

1024 683 amaliya

Sources: Antam Resourcindo / Penambangan Nikel di Pulau Gag, Papua Barat

Semenjak keran ekspor Nikel dibuka lagi, Risono mengatakan industri tambang Nikel marak lagi. Namun dalam menghadapi persaingan bisnis, Risono yang pernah menjabat sebagai VP of Operations PT Antam Tbk dan kini mempimpin anak perusahaannya, PT Gag Nikel sebagai Presiden Direktur, semakin menunjukkan performa kepemimpinannya. Risono memiliki tujuan yang tidak hanya mengejar keuntungan bisnis semata. Namun juga mempunyai tujuan membentuk karakter bangsa dan negara menjadi lebih baik. Itulah salah satu faktor terpilihnya Risono sebagai 1st Champion Indonesia Future Business Leader 2018 yang diselenggarakan SWA dan NBO Group.

Belajar dari pengalaman Indonesia, Risono mengatakan bahwa seharusnya Kekayaan Alam ini dijadikan sebagai leverage pembangunan, bukan hanya sebagai komoditas semata. Seperti pesan Presiden pertama RI Soekarno,

“Biarlah kekayaan alam ini tersimpan sampai nanti putra-putra bangsa ini dapat mengolahnya sendiri”

Dari situ Risono mempunyai visi misi yang besar. Berdasarkan trend saat ini, diprediksi bahwa trend kedepannya masyarakat sudah tidak lagi menggunakan mobil dengan bahan bakar minyak, melainkan mobil listrik. Dijelaskannya bahwa 2030 nanti di Eropa bahkan sudah melarang penggunaan mobil selain mobil listrik. Hingga nanti pada 2040, diprediksikan bahwa 30% mobil di dunia adalah mobil listrik. Trend ini menjadi penguat bahwa nantinya bijih Nikel akan tinggi permintaannya sebagai bahan baterai yang dibutuhkan untuk mobil listrik.

Hal tersebut menjadi alasan bagi Risono untuk mendorong Indonesia lebih maju lagi. “Indonesia ini sangat terkenal kekayaannya. Sekarang masih berkembang, tapi Indonesia akan jadi negara maju ketika sudah menjadi negara industri. Pastinya tidak luput dari pengawalan pemerintah”, kata Risono. “Yang penting bangun dulu industrinya!”, tegas Risono yang tidak memusingkan perkara kepemilikan saat ini. Menurutnya tidak masalah membawa investor-investor asing karena itu masih bisa dijaga dengan pembuatan peraturan yang jelas nantinya. Yang penting adalah bagaimana pembentukan karakter bangsa Indonesia untuk mengolah kekayaan alamnya sendiri.

“Indonesia ini harus bisa berubah. Dari masyarakat penambang, menjadi masyarakat industri berbasis tambang”, – Risono.

Dengan begitu Risono ingin dirinya bersama masayakat Indonesia lainnya dapat memanfaatkan anugerah dari Tuhan sebagai negara ke-6 dengan cadangan Nikel terbesar di dunia, dengan membangun industri pengolahan Nikel sebagai bahan baku penting baterai listrik.   

  • 1
  • 2