Posts Tagged :

inspeksi alat berat

Kegiatan Maintenance Berkala Alat Berat

1024 645 piyanieta

Maintenance yang dilakukan berkala akan mendatangkan berbagai keuntungan bagi perusahaan, seperti pengontrolan biaya yang lebih efisien dan produktivitas yang lebih optimal. Hal ini dikarenakan maintenance berkala dapat mengurangi downtime alat berat dan memaksimalkan umur dari alat berat.

Maintenance berkala biasa dilakukan sesuai dengan interval yang telah ditetapkan, misalnya harian, bulanan, atau menggunakan satuan HM dan KM. Biasanya, manufaktur dari alat berat juga telah memiliki rekomendasi interval dan kegiatan maintenance yang harus dilakukan.

Maintenance yang dilakukan juga beragam, mulai dari pengecekan, pengisian ulang, sampai penggantian part dari alat berat. Lalu apakah aktivitas maintenance yang dilakukan selalu sama pada periode yang ditetapkan? Tentu tidak.

Berikut adalah aktivitas maintenance yang umum dilakukan pada mayoritas alat berat.

  1. Setiap sebulan sekali
    Setiap bulan, setidaknya lakukan pengecekan pada cairan transmisi, minyak rem, dan power steering. Cek juga kondisi windshield wiper blades, belts, windshield wiper blades, selang, dan kabel baterai. Segera lakukan penanganan, seperti mengganti parts yang rusak atau mengisi kembali cairan jika diperlukan.
  2. Setiap 6 bulan sekali atau setiap 5000 mil (8046.72 km)
    Inspeksi sistem rem, ban, dan cairan pelumas pada alat. Jika alat berat Anda menggunakan sistem manual, lakukan juga pengecekan pada sistem kopling.
  3. Setiap setahun sekali
    Bersihkan bagian bawah alat berat yang pasti penuh dengan kotoran dan debris dari site. Servis sistem pendinginan dan lakukan inspeksi pada sistem kontrol akselerator. Cek juga bagian radiator, pompa air, sabuk kipas, termostat, dan tutup radiator. Berikan juga pelumas pada pintu, kunci, engsel, dan rem parkir.
  4. Setiap 15.000 mil (24.140,16)
    Lakukan pengecekan pada transmisi otomatis sekaligus ganti cairan transmisi dan filternya.
  5. Setiap 30.000 mil (48.280,32)
    Inspeksi bagian busi dan kabelnya, serta filter bahan bakar. Inspeksi juga timing dari mesin apakah masih ‘sehat’ atau tidak.

Tentunya, maintenance berkala setiap alat berat berbeda satu sama lain. Adanya panduan akan memudahkan dan menjaga standar dari aktivitas maintenance yang dilakukan. Namun, cukup membuang waktu jika harus mencari informasi di buku panduan secara manual.


Aplikasi Mobile amtiss

aplikasi mobile amtiss

Sistem amtiss dapat diakses melalui aplikasi web maupun mobile. Modul maintenance pada amtiss dapat memudahkan dan mengefisiensikan proses maintenance di lapangan. Misalnya, fitur guide dan inspection list yang dapat menjadi panduan bagi mekanik ketika melakukan maintenance berkala pada alat berat. Fitur ini dapat diakses dengan praktis melalui layar perangkat mobile, seperti hp maupun tablet.

Selain kedua fitur tersebut, masih ada berbagai fitur lainnya dan modul lain yang dapat mendukung proses maintenance dan manajemen alat, sampai manajemen mekanik (WO). Untuk informasi lebih lanjut mengenai fitur amtiss, silahkan klik di sini.

Dapatkan informasi menarik lainnya seputar maintenance, alat berat, dan industri pengguna alat berat di amtiss. Ikuti juga media sosial amtiss di LinkedIn, Instagram, dan Facebook.

Salam Maintenance Masa Kini!

optimalisasi laporan inspeksi alat berat tambang

Cara Buat Laporan Inspeksi Alat Berat Lebih Optimal

1024 645 piyanieta
Ilustrasi membuat laporan inspeksi alat berat

Melakukan inspeksi pada alat berat sudah merupakan hal wajib sebagai langkah awal preventive maintenance. Dengan menginspeksi alat berat secara rutin, kondisi alat berat dapat dipantau lebih baik dan keselamatan pekerja/operator alat berat juga lebih terjamin.

Kegagalan kerja alat berat, baik itu excavator, dump truck, forklift, crane, loader, dan lainnya dapat merugikan perusahaan, mulai dari produktivitas yang menurun, biaya yang bertambah untuk perbaikan atau penggantian alat berat baru, sampai bahaya karena kecelakaan kerja pada pekerja. Dari sisi finansial sampai sumber daya sangat merugikan, bukan?

Oleh karena itu, inspeksi sangat krusial bagi perusahaan pengguna alat berat, baik itu perusahaan tambang, konstruksi, ataupun plantation. Inspeksi harian, bulanan, tahunan, atau pada periode yang telah ditentukan harus dijalankan dengan baik sehingga dapat memberikan efek positif yang maksimal juga bagi perusahaan.

Setelah melakukan inspeksi, setiap hasilnya harus direkap ke dalam laporan inspeksi yang dilaporkan ke atasan dan dikumpulkan ke perusahaan. Nah, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan agar laporan inspeksi alat berat dapat lebih optimal, yaitu:

  1. Totalitas

    Selalu mengecek keseluruhan bagian alat berat tanpa ada yang terlewat, mulai dari kondisi fisik, kondisi mesin, sampai kondisi cairan (bahan bakar, oli, dll) pada alat berat. Semakin teliti akan semakin baik karena dapat mendeteksi kerusakan sekecil apapun pada alat berat dan mencegah kerusakan tersebut menjadi semakin besar yang dapat berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja atau kerusakan total.
  2. Detail

    Hasil dari pengecekan alat berat langsung dimasukkan ke dalam laporan inspeksi secara detail. Jika inspeksi sudah totalitas, tetapi laporan yang dibuat sangat minimalis maka tidak akan memberi fungsi maksimal. Abnormalitas alat berat sekecil apapun itu tetap harus dimasukkan ke dalam laporan agar dapat segera ditindaklanjuti.
  3. Patuh Prosedur

    Setiap alat memiliki prosedur masing-masing, baik dari perusahaan maupun manufaktur. Prosedur ini ditujukan agar segala kegiatan yang berhubungan dengan alat berat bersangkutan dapat berjalan dengan optimal tanpa membawa dampak negatif bagi alat. Patuhi prosedur yang ada, minimal manual alat berat dari manufaktur alat.
  4. Re-check

    Selalu kembalikan alat berat pada kondisi sebelum dilakukan inspeksi, misalnya cek apakah penutup oli hidraulik telah terpasang kembali dengan baik. Inspeksi memang penting, namun jika ada keteledoran setelah melaksanakan inspeksi tetap berpotensi menimbulkan bahaya bagi alat berat maupun bagi operator. Bahkan satu skrup saja sangat penting untuk dikencangkan kembali setelah inspeksi!
  5. amtiss

    Optimalkan usaha membuat laporan inspeksi dengan memanfaatkan teknologi mobile seperti aplikasi mobile amtiss. Inspeksi dan laporannya dapat berjalan lebih cepat dan terstandarisasi.

Optimalkan Laporan Inspeksi dengan amtiss

amtiss memiliki berbagai fitur sebagai solusi efisiensi maintenance alat berat, salah satunya adalah solusi inspeksi digital. Laporan inspeksi dapat disusun sesuai form inspeksi yang diinginkan perusahaan sehingga operator hanya perlu mengisi dan mengupload form digital pada aplikasi mobile yang langsung terintegrasi dengan sistem perusahaan. Inspeksi dan laporan terjamin sesuai dengan standar perusahaan.

Hasil inspeksi pun dapat langsung dicek oleh pihak yang telah ditentukan sebelumnya sehingga mmpercepat proses pengambilkan keputusan. Penanganan terhadap alat yang menjadi lebih sigap akan mengurangi periode downtime alat. Akhirnya, standar produktivitas alat dapat dijaga begitu juga dengan kinerja operator/mekanik di lapangan.

Ingin mencoba solusi dari amtiss? Segera kirimkan email ke helpdesk@amtiss.com dan dapatkan FREE DEMO dari amtiss!

Ikuti amtiss di Instagram, Facebook, dan LinkedIn agar tetap terhubung dengan amtiss.

tips inspeksi excavator

Bagian Excavator yang Harus Dicek Saat Inspeksi

1024 645 piyanieta
tips inspeksi excavator
Ilustrasi Excavator

Inspeksi wajib dilakukan untuk memastikan alat berat layak untuk dioperasikan. Selain meningkatkan produktivitas dan memperpanjang umur alat, inspeksi juga dapat menjamin keselamatan operator bersangkutan. Pada blog kali ini, amtiss akan membahas bagian penting untuk dipertimbangkan saat melakukan inspeksi pada Excavator.

Excavator merupakan salah satu jenis alat berat yang umum digunakan untuk berbagai proyek, terutama untuk earth works. Alat yang disebut juga Digger ini memiliki bagian yang tidak boleh terlewat untuk dicek saat inspeksi, yaitu:

  1. Bucket
    Perhatikan jika ada yang tampak abnormal (penyok, karat) pada bucket.
  2. Hydraulic Cylinders
    Jika menemukan oli pada permukaan cylinders, waspada akan kebocoran!
  3. Arm & Boom
    Periksa cacat seperti retak pada las antara arm dan boom. Sangat berbahaya jika retak kecil dibiarkan karena alat bekerja mengangkat beban yang berat.
  4. Semua Pin yang ada pada bucket, boom, dan arm
    Selalu berikan grease regular untuk menghindari aus dan karat pada bagian ini.
  5. Cabin
    Cek apakah ada retak, penyok, dan karat pada seluruh bagian cabin. Periksa juga rem dan klakson dapat berfungsi dengan baik.
  6. Mesin
    Perhatikan tanda kebocoran pada pompa hidrolik, selang, fitting, dan valves.
  7. Counter Weight
    Keseimbangan dari alat dan beban yang diangkat bergantung pada bagian ini. Ingat untuk selalu periksa posisi maupun kondisi counterweight!
  8. Front Idler
  9. Guide Rollers
  10. Pins and Bushings
    Periksa apakah pins dan bushings mengalami keausan berlebihan.
  11. Roller Frame
  12. Roller Crawler

Ingin mendapatkan info dan tips lainnya seputar maintenance alat berat? Ikuti terus udpate dari blog dan media sosial amtiss di Instagram, Facebook, dan Linkedin.


Ingin memaksimalkan maintenanc alat berat Anda? amtiss punya solusi digital yang tepat hanya untuk Anda! Segera kirim email ke helpdesk@amtiss.com dan dapatkan FREE DEMO amtiss!

Tips Inspeksi Untuk Menunjang Kesehatan Alat Berat

1024 645 piyanieta

Salah satu cara yang dianjurkan untuk memperpanjang umur alat berat adalah dengan melakukan perawatan preventive (preventive maintenance). Perawatan ini, sesuai namanya, merupakan perawatan untuk mencegah atau mengecilkan kemungkinan terjadinya masalah sampai kerusakan pada mesin. amtiss sangat merekomendasikan Anda melakukan preventive maintenance, dimulai dari inspeksi berkala (regular inspection).

Ilustrasi: Alat Berat

Regular inspection ditujukan untuk mengetahui keadaan mesin sebelum dan sesudah operasi. Namun, apa sajakah bagian penting yang harus dicek saat melakukan inspeksi?

Berikut jawabannya:

  1. Oli
    Mengganti oli secara teratur dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar dan menghindari masalah pembakaran pada mesin. Setidaknya, gantilah oli tiga bulan sekali.
  2. Ban
    Selalu periksa tekanan ban alat untuk memastikan ban dalam kondisi optimal atau tidak kempes dan sesuai dengan kondisi lapangan. Kondisi ban yang tidak sesuai dapat memperlambat laju alat dan boros bahan bakar.
  3. Cairan
    Cek level cairan yang ada pada alat, seperti bahan bakar, hidraulik, dan cairan antibeku. Pertahankan semua carian berada pada level yang pas untuk memastikan suhu alat tidak terlalu panas atau dingin/beku. Pastikan juga tidak ada kebocoran pada reservoir dan bagian bawah mesin.
  4. Pelumas
    Komponen bergerak pada alat membutuhkan pelumas agar dapat bergerak lebih luwes dan mencegah gesekan yang berpotensi menimbulkan bahaya pada mesin.
  5. Rem
    Ingat mengecek kondisi rem pada alat berat. Selain menjaga kondisi dan produktivitas alat, aktivitas ini juga dapat meningkatkan tingkat keselamatan diri dan orang sekitar yang bekerja di dekat alat.

Dapatkan informasi lainnya seputar alat berat dan manajemen perawatan alat di amtiss.com! Ikuti juga amtiss di media sosial Instagram, Facebook, dan Linkedin untuk mendapatkan perkembangan terbaru dari amtiss!