Posts Tagged :

maintenance alat berat

Kegiatan Maintenance Berkala Alat Berat

1024 645 piyanieta

Maintenance yang dilakukan berkala akan mendatangkan berbagai keuntungan bagi perusahaan, seperti pengontrolan biaya yang lebih efisien dan produktivitas yang lebih optimal. Hal ini dikarenakan maintenance berkala dapat mengurangi downtime alat berat dan memaksimalkan umur dari alat berat.

Maintenance berkala biasa dilakukan sesuai dengan interval yang telah ditetapkan, misalnya harian, bulanan, atau menggunakan satuan HM dan KM. Biasanya, manufaktur dari alat berat juga telah memiliki rekomendasi interval dan kegiatan maintenance yang harus dilakukan.

Maintenance yang dilakukan juga beragam, mulai dari pengecekan, pengisian ulang, sampai penggantian part dari alat berat. Lalu apakah aktivitas maintenance yang dilakukan selalu sama pada periode yang ditetapkan? Tentu tidak.

Berikut adalah aktivitas maintenance yang umum dilakukan pada mayoritas alat berat.

  1. Setiap sebulan sekali
    Setiap bulan, setidaknya lakukan pengecekan pada cairan transmisi, minyak rem, dan power steering. Cek juga kondisi windshield wiper blades, belts, windshield wiper blades, selang, dan kabel baterai. Segera lakukan penanganan, seperti mengganti parts yang rusak atau mengisi kembali cairan jika diperlukan.
  2. Setiap 6 bulan sekali atau setiap 5000 mil (8046.72 km)
    Inspeksi sistem rem, ban, dan cairan pelumas pada alat. Jika alat berat Anda menggunakan sistem manual, lakukan juga pengecekan pada sistem kopling.
  3. Setiap setahun sekali
    Bersihkan bagian bawah alat berat yang pasti penuh dengan kotoran dan debris dari site. Servis sistem pendinginan dan lakukan inspeksi pada sistem kontrol akselerator. Cek juga bagian radiator, pompa air, sabuk kipas, termostat, dan tutup radiator. Berikan juga pelumas pada pintu, kunci, engsel, dan rem parkir.
  4. Setiap 15.000 mil (24.140,16)
    Lakukan pengecekan pada transmisi otomatis sekaligus ganti cairan transmisi dan filternya.
  5. Setiap 30.000 mil (48.280,32)
    Inspeksi bagian busi dan kabelnya, serta filter bahan bakar. Inspeksi juga timing dari mesin apakah masih ‘sehat’ atau tidak.

Tentunya, maintenance berkala setiap alat berat berbeda satu sama lain. Adanya panduan akan memudahkan dan menjaga standar dari aktivitas maintenance yang dilakukan. Namun, cukup membuang waktu jika harus mencari informasi di buku panduan secara manual.


Aplikasi Mobile amtiss

aplikasi mobile amtiss

Sistem amtiss dapat diakses melalui aplikasi web maupun mobile. Modul maintenance pada amtiss dapat memudahkan dan mengefisiensikan proses maintenance di lapangan. Misalnya, fitur guide dan inspection list yang dapat menjadi panduan bagi mekanik ketika melakukan maintenance berkala pada alat berat. Fitur ini dapat diakses dengan praktis melalui layar perangkat mobile, seperti hp maupun tablet.

Selain kedua fitur tersebut, masih ada berbagai fitur lainnya dan modul lain yang dapat mendukung proses maintenance dan manajemen alat, sampai manajemen mekanik (WO). Untuk informasi lebih lanjut mengenai fitur amtiss, silahkan klik di sini.

Dapatkan informasi menarik lainnya seputar maintenance, alat berat, dan industri pengguna alat berat di amtiss. Ikuti juga media sosial amtiss di LinkedIn, Instagram, dan Facebook.

Salam Maintenance Masa Kini!

Pentingnya Membersihkan Alat Berat Secara Berkala

1024 645 piyanieta

Seorang profesional di bidang maintenance alat berat paham bahwa membersihkan alat berat adalah hal yang wajib dilaksanakan berkala. Mengapa?

Bisa jadi Anda menganggap membersihkan alat berat secara berkala adalah hal yang boros karena alat berat pasti akan kotor kembali. Apalagi mengingat alat berat beroperasi di lingkungan yang keras, “berteman dekat” dengan puing, debu, lumpur, dan kotoran lainnya.

Namun, tahukah Anda jika alat berat yang bersih dapat mencegah berbagai kerusakan bahkan meningkatkan produksi? Simak alasan wajib membersihkan alat berat secara berkala berikut ini!

Mencegah komponen dan mesin aus sebelum waktunya

Kotoran dan debu yang menempel pada alat berat bersifat abrasif, terutama pada bagian sendi atau bagian bergerak pada alat. Kotoran dan debu meningkatkan gesekan yang mengikis komponen dan menyebabkan aus sebelum waktunya.


Mencegah overheated pada mesin

Salah satu penyebab overheated pada mesin adalah kotoran (debu, puing) dan lumpur yang menempel pada mesin. Kotoran dan lumpur berperan sebagai insulator, atau mudahnya seperti selimut sehingga membuat mesin yang sedang beroperasi menghasilkan panas berlebih. Overheated akan semakin parah jika bagian radiator juga tersumbat oleh kotoran.


Meningkatkan produktivitas alat berat

Berhubungan dengan 2 poin sebelumnya, mesin yang dibersihkan berkala memiliki produktivitas lebih tinggi karena potensi downtime atau breakdown menjadi lebih rendah dibandingkan mesin yang kotor. Biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli atau memperbaiki komponen dan mesin yang rusak pun dapat dikurangi. Selain itu, waktu yang terbuang karena alat berat sedang down untuk menunggu selesai diperbaiki dapat diminimalkan.


Berperan penting dalam proses inspeksi berkala

Membersihkan alat berat secara berkala akan memudahkan proses inspeksi dan identifikasi masalah pada alat. Pada alat berat yang bersih, berbagai masalah seperti retak, karat, aus, sampai bocor dapat ditemukan lebih mudah dan cepat. Mekanik pun dapat segera menangani masalah pada alat sejak dini dan mencegahnya berubah menjadi masalah yang lebih besar yang dapat mempengaruhi produktivitas alat.


Meningkatkan safety di lapangan

Kotoran menumpuk pada alat berat dapat meningkatkan kemungkinan terjadi kecelakaan kerja. Misalnya, kotoran yang menumpuk di sekitar sistem hidrolik dan komponen listrik dapat menimbulkan ledakan oli bertekanan tinggi atau ledakan tegangan tinggi. Permukaan pada alat berat yang tertutup oli dan kotoran lainnya juga meningkatkan potensi kecelakaan, seperti terpeleset, terjatuh, atau terjepit.

Mesin yang dibersihkan berkala juga mengurangi potensi penularan penyakit, terutama pada kondisi pandemi virus saat ini. Selain itu, operator dan mekanik dapat lebih nyaman saat bekerja.

Tips membersihkan alat berat di tengah pandemi


Memudahkan pembersihan alat berat berikutnya

“Memandikan” alat berat yang jarang dibersihkan akan sangat sulit dibandingkan mesin yang dicuci berkala. Semakin tebal kotoran dan lumpur yang menumpuk, semakin lama juga proses pembersihannya.



Untuk memastikan pembersihan alat berat berjalan sesuai jadwal, Anda dapat memanfaatkan salah satu fitur dalam amtiss, yaitu notifikasi pengingat jadwal pada PIC bersangkutan. Selain fitur notifikasi, amtiss juga memiliki berbagai fitur lainnya dalam mobile app dan web app yang dapat meningkatkan efisiensi maintenance alat berat.

Ingin mencoba atau mencari tahu lebih lanjut tentang amtiss? Hubungi kami dan dapatkan FREE DEMO amtiss dengan klik di sini.

Dapatkan informasi menarik lainnya seputar maintenance, alat berat, dan industri pengguna alat berat di amtiss. Ikuti juga media sosial amtiss di LinkedIn, Instagram, dan Facebook.

Salam Maintenance Masa Kini!

4 Hal Penting Membersihkan Alat Berat di Tengah Pandemi Covid-19

1024 645 piyanieta

Menjaga kebersihan diri sangat penting untuk mengurangi resiko penularan virus Covid-19 dan penyakit lainnya. Begitu juga dengan kebersihan benda atau alat yang ditemui setiap hari. Hal ini juga berlaku bagi para operator dan mekanik di site yang sering melakukan kontak langsung dengan alat berat.

Membersihkan alat berat memang sudah termasuk dalam rangkaian maintenance yang harus dilakukan secara berkala. Alat berat yang bersih memiliki umur yang lebih panjang dan performanya pun lebih efisien. Keamanan dan keselatan mekanik dan operator juga lebih terjamin.

Dalam membersihkan alat berat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama di tengah pandemi virus Covid-19 saat ini, yaitu:

Tambahkan pemberian desinfektan dalam rangkaian pembersihan alat berat. Gunakan desinfektan terdaftar oleh EPA (Environmental Protection Agency) terutama pada bagian yang sering disentuh oleh operator dan mekanik, seperti joysticks, steering wheel, knobs, floor, handles, grab bars, dan lainnya.

Daftar desinfektan EPA


Untuk komponen listrik, sebaiknya Anda menggunakan fiber cloth yang sudah disemprot desinfektan. Hal ini dapat mencegah bekas yang timbul saat desinfektan yang disemprotkan langsung ke komponen listrik mengering.


Pembersih yang mengandung pemutih juga bisa digunakan untuk membersihkan alat berat, seperti pada bagian undercarriage untuk mencegah penyebaran akar gada yang mungkin menempel. Pemutih juga memiliki sifat sebagai desinfektan karena dapat menghancurkan struktur protein pada virus dan bakteri. Namun, sebaiknya tidak menggunakan pembersih dengan pemutih untuk membersihkan bagian upholstery karena dapat merusak lapisan tersebut.

Perlu diperhatikan, pembersih yang mengandung pemutih dapat berbahaya untuk kesehatan mata dan saluran pernafasan. Hindari juga mencampur bahan pembersih dengan pemutih dengan produk pembersih lain karena dapat menimbulkan reaksi kimia yang menghasilkan gas beracun. Oleh karena itu, poin berikutnya juga tidak kalah penting saat membersihkan alat berat.


Selalu perhatikan keamanan diri saat membersihkan alat berat karena ada kemungkinan tertular virus yang menempel pada alat dan mencegah resiko kesehatan lain yang dapat muncul saat menggunakan bahan pembersih. Gunakan sarung tangan latex/sintetis dan masker terutama ketika pandemi virus saat ini.



Untuk memastikan proses pembersihan alat berat berjalan sesuai prosedur yang berlaku, Anda dapat memanfaatkan salah satu fitur amtiss, “maintenance guide” yang dapat menjadi panduan bagi mekanik di site. Hasil dari proses pembersihan alat, yang termasuk dalam rangkaian preventive maintenance, juga dapat dilaporkan dengan mudah dan cepat menggunakan mobile app amtiss.

Ingin mencoba atau mencari tahu lebih lanjut tentang mobile app amtiss?
Klik di sini atau kirim email ke helpdesk@amtiss.com untuk FREE DEMO.

Ikuti info menarik lainnya seputar alat berat, maintenance alat berat, dan industri terkait di Instagram, Facebook, dan LinkedIn amtiss.

Salam Maintenance Masa Kini!

sumber:
https://internasional.kontan.co.id/news/epa-merilis-daftar-desinfektan-untuk-tangkal-virus-corona-lihat-daftarnya-di-sini?page=2
https://www.epa.gov/

MTBF, MTTR, dan MTTF – Indikator Penting untuk Maintenance

1024 645 piyanieta

MTBF, MTTR, dan MTTF merupakan beberapa indikator dasar untuk mengukur performa maintenance yang berperan penting bagi perusahaan pengguna alat berat. Dengan mengetahui indikator tersebut, perusahaan dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan uptime (waktu produksi) sekaligus mengurangi downtime.

Lalu, apakah perbedaan antara MTBF, MTTR, dan MTTF?
Mari kita bahas satu-persatu.


MTBF

Merupakan singkatan dari Mean Time Between Failures, yaitu rata-rata uptime alat berat di antara failure (kegagalan/kerusakan) yang terjadi. MTBF diaplikasikan pada alat yang bersifat ‘dapat diperbaiki’ setelah mengalami kerusakan. Dengan menggunakan MTBF, perusahaan dapat mengetahui ketersediaan dan ketahanan dari alat berat atau komponen. Perusahaan kemudian mampu menghitung frekuensi inspeksi untuk melakukan penggantian sebagai langkah preventive maintenance aset.

Rumus MTBF
MTBF = (Total Available TimeTime Lost)/Number of Shutdowns

MTBF yang meningkat setelah implementasi preventive maintenance merupakan indikasi adanya peningkatan kualitas dari produksi. Mudahnya, meningkatnya MTBF sebanding dengan keberhasilan maintenance yang dilakukan.


MTTR

Adalah Mean Time To Repair, atau waktu rata-rata yang digunakan untuk proses repair (perbaikan) alat berat. Perhitungan MTTR dimulai ketika alat rusak sampai kembali beroperasi normal. MTTR menunjukkan data efisiensi kemampuan perusahaan dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah yang terjadi.

Rumus MTTR
MTTR = Total Maintenance Time/Total Number of Repairs

Berbeda dengan MTBF, MTTR yang semakin kecil justru semakin baik bagi perusahaan. Mudahnya, semakin lama waktu dihabiskan untuk repair berarti semakin lama downtime alat sehingga tingkat produktivitas pun berkurang.

Durasi repair yang lama bisa disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya ketidaksediaan spare part atau request spare part melewati proses panjang/lama.


MTTF

Atau Mean Time To Failure adalah ukuran rata-rata waktu aset sampai mengalami kerusakan. Indikator ini digunakan untuk mendapatkan estimasi umur aset yang non-repairable (tidak bisa diperbaiki). Nilai MTTF dihitung dengan memperhatikan sejumlah besar unit aset yang sama dalam periode yang cukup lama.


Rumus MTTF
MTTF = Total hours of operation/Total number of units

Hasil MTTF yang kecil/rendah menunjukkan downtime dan gangguan pada alat berat sering terjadi.

Sekilas, MTTF dan MTBF terlihat sama. Namun, ada satu perbedaan mencolok, yaitu MTTF digunakan untuk aset non-repairable sedangkan MTBF untuk aset yang repairable.


MTTR, MTBF, dan MTTF penting, terutama bagi para manajer maintenance untuk mengukur dan merencanakan program maintenance dalam menjaga performa alat berat. Oleh karena itu, sebaiknya data dari lapangan akurat, lengkap, dan faktual agar penggunaan indikator ini lebih efektif.


amtiss menyediakan fitur data analitik yang otomatis terintegrasi. Rekapitulasi laporan mulai dari dasbor WO, total konsumsi part, sampai MTTR & MTBF dibuat secara otomatis berdasarkan data yang di-input menggunakan sistem amtiss pada mobile app dan web app pada kegiatan operasional dan maintenance harian.

Dengan kata lain, amtiss mendigitaliasi perencanaan, proses, sampai pelaporan seluruh aktivitas manajemen dan maintenance alat berat menjadi lebih praktis dan efisien dari segi waktu, tenaga kerja, sampai maintenance itu sendiri.

Dapatkan informasi lebih dalam tentang amtiss dan kesempatan untuk FREE DEMO dengan mengirim email ke helpdesk@amtiss.com atau klik link INI.

Ikuti amtiss di Instagram, Facebook, dan Linkedin untuk tetap terhubung dengan kami.

Solusi Maintenance Alat Berat Anda Sudah Tepat?

1024 645 piyanieta

Perusahaan memiliki program maintenance alat berat untuk menjaga dan memaksimalkan kegiatan produksi dengan pengeluaran seminimal mungkin. Maintenance sejatinya dapat memperpanjang masa hidup dan menurunkan potensi downtime alat sehingga produktivitas tetap optimal.

Akhir 2019, sudah banyak solusi teknologi yang digadang-gadang mampu mendukung maintenance alat berat yang lebih efisien. Namun, bagaimana memastikan bahwa solusi maintenance alat berat yang Anda pilih sudah tepat?

Saving Time & Man Hours

Apakah semenjak menggunakan solusi maintenance alat berat tersebut, terdapat efisiensi pada waktu kerja?

Sebagai contoh, amtiss yang berbasis teknologi mobile dan web dapat menghilangkan jarak komunikasi antara pekerja di lapangan dan atasan (level manajerial) dengan lebih cepat. Approval untuk request yang dibuat oleh mekanik atau operator di lapangan pun bisa diproses lebih cepat.

Pembuatan berbagai report, mulai dari report maintenance, inspection, work order (WO), sampai backlog dapat dilakukan secara praktis menggunakan perangkat mobile yang terintegrasi langsung dengan sistem perusahaan. Waktu yang biasa dihabiskan untuk data entry dapat dipangkas untuk mengerjakan pekerjaan atau WO lain.

maintenance alat berat dengan sistem amtiss
Solusi amtiss: Saving Time

Saving Money

Apakah terdapat perbedaan jumlah biaya yang dikeluarkan dan pemasukan sejak menggunakan solusi maintenance tersebut?

Dengan menggunakan aplikasi mobile amtiss, mekanik dan operator dapat menjalankan kegiatan maintenance yang terstandarisasi sesuai dengan panduan dan aturan berlaku dari perusahaan. Maintenance yang terjadwal dengan fitur reminder pun dapat diatur sesuai kebutuhan. Akhirnya, machine failure dan downtime dapat dicegah dan biaya di luar rencana dapat diminimalisir.

Memanfaatkan perangkat mobile, perusahaan dapat mengurangi biaya untuk membuat dokumen kertas, baik itu laporan, panduan, sampai form. Selain ‘saving money‘, perusahaan juga bisa ‘Go Green‘ sebagai bentuk CSR (Corporate Social Responsibility)!

Maintenance alat berat
Solusi amtiss: Saving Money

Nah, apakah solusi maintenance alat berat Anda sudah tepat bagi perusahaan?

Atau Anda masih mencari solusi terbaik untuk alat berat perusahaan? Jika ya, segera konsultasikan masalah dan harapan Anda dalam manajemen dan maintenance alat berat perusahaan pada amtiss dengan mengirim email ke helpdesk@amtiss.com!

Ikuti juga amtiss di Instagram, Facebook, dan Linkedin untuk informasi terbaru seputar alat berat, maintenance, dan industri pengguna alat berat.

ARE YOU READY FOR DIGITIZING IN MINING?

1000 667 adhistya

Mining has been known for a long time starting from stone mining in the days of Ancient Egypt and Greece. Since the industrial era, human needs for mining materials such as the use of cellphones, watches, jewelry, and other products have increased along with the increasing human population in the world. Thus, the mining industry needs technology to meet the demands of the digital revolution-based era of 4.0.

Through halal bihalal Perhapi (Indonesian Mining Experts Association) held on Wednesday, June 26, 2019 at Ballroom Hotel Ubud Putri Denpasar, Kuningan, South Jakarta, Ir. Irwandi Arif, Founder and CEO of the Indonesian Mining Institute, was the speaker at the event. Irwandi sent a mining transformation is very necessary because humans in Indonesia are very adaptable and the mining industry is far behind developed countries that have applied advanced technology.

In the mining world, digital technology is needed in making data that produces three-dimensional backup models, mine planning, blasting, processing, and marketing processes. Thus, the use of the mining programming language must be mastered.

In applying digital technology must be equipped with the ability of employees to literate technology. Problems in Indonesia today, many have succeeded in the mining sector which has not mastered the software needed in the mining industry. Therefore, preparation of prospective employees is very necessary early on. Especially to prepare students in universities to master the programming language in the field of Mining.

Programming languages ​​in the mining sector in Indonesia need to be mastered before graduating from college. Nearly 60 universities in Indonesia have Mining Engineering majors that will compete to get jobs. Indonesia does not have to depend on other countries, because not all technologies applied in other countries can be applied in Indonesia, said Irwandi.

Digitizing technology will destroy companies that are reluctant to increase according to the times. To be able to survive in the digital era, companies must be able to overcome changes through specific strategies including business strategies, growth targets, and investment plans that require technology. “There are already 2 mining companies that have entered the digital era, namely PAMA and BUMA that connect them with efficiency”, said Irwandi. The existence of this digital technology must also be agreed upon with sustainability so that the mining industry produces positive results in the social, economic, educational and environmental fields for the communities around the mine.

Irwandi also added, the solution to the problem of digitizing the mining industry in Indonesia is to increase the scale and quality of education, especially in the field of programming. Attention is also involved in the assessment of the digitalization industry in the 4.0 industrial revolution which integrates consultants, IT, and services in the industrial sector well.

Penambangan telah dikenal sejak lama dimulai dari penambangan batu pada zaman Mesir Kuno dan Yunani. Sejak era industri, kebutuhan manusia akan bahan-bahan tambang seperti penggunaan ponsel, jam tangan, perhiasan, dan produk-produk lainnya telah meningkat seiring dengan meningkatnya populasi manusia di dunia. Dengan demikian, industri pertambangan membutuhkan teknologi untuk memenuhi tuntutan era 4.0 berbasis revolusi digital.

Melalui halal bihalal Perhapi (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia) yang diadakan pada hari Rabu, 26 Juni 2019 di Ballroom Hotel Ubud Putri Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Ir. Irwandi Arif, Pendiri dan CEO Institut Pertambangan Indonesia, menjadi pembicara pada acara tersebut. Irwandi mengirim transformasi pertambangan sangat diperlukan karena manusia di Indonesia sangat mudah beradaptasi dan industri pertambangan jauh tertinggal dari negara maju yang telah menerapkan teknologi maju.

Di dunia pertambangan, teknologi digital diperlukan dalam pembuatan data yang menghasilkan model cadangan tiga dimensi, perencanaan tambang, peledakan, pemrosesan, dan proses pemasaran. Dengan demikian, penggunaan bahasa pemrograman penambangan harus dikuasai.

Dalam menerapkan teknologi digital harus dilengkapi dengan kemampuan karyawan untuk melek teknologi. Masalah di Indonesia saat ini, banyak yang berhasil di sektor pertambangan yang belum menguasai perangkat lunak yang dibutuhkan dalam industri pertambangan. Karena itu, persiapan calon karyawan sangat diperlukan sejak dini. Terutama untuk mempersiapkan siswa di perguruan tinggi untuk menguasai bahasa pemrograman di bidang Pertambangan.

Bahasa pemrograman di sektor pertambangan di Indonesia perlu dikuasai sebelum lulus dari perguruan tinggi. Hampir 60 universitas di Indonesia memiliki jurusan Teknik Pertambangan yang akan bersaing untuk mendapatkan pekerjaan. Indonesia tidak harus bergantung pada negara lain, karena tidak semua teknologi yang diterapkan di negara lain dapat diterapkan di Indonesia, kata Irwandi.

Teknologi digitalisasi akan menghancurkan perusahaan yang enggan meningkat sesuai perkembangan zaman. Untuk dapat bertahan di era digital, perusahaan harus mampu mengatasi perubahan melalui strategi khusus termasuk strategi bisnis, target pertumbuhan, dan rencana investasi yang membutuhkan teknologi. “Sudah ada 2 perusahaan pertambangan yang telah memasuki era digital, yaitu PAMA dan BUMA yang menghubungkannya dengan efisiensi”, kata Irwandi. Keberadaan teknologi digital ini juga harus disepakati dengan keberlanjutan sehingga industri pertambangan memberikan hasil positif di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan bagi masyarakat di sekitar tambang.

Irwandi juga menambahkan, solusi untuk masalah digitalisasi industri pertambangan di Indonesia adalah dengan meningkatkan skala dan kualitas dalam pendidikan, terutama di bidang pemrograman. Perhatian juga terlibat dalam penilaian industri digitalisasi dalam revolusi industri 4.0 yang mengintegrasikan konsultan, TI, dan layanan di sektor industri dengan baik.

sc: duniatambang

TIPS MAINTENANCE DUMP TRUCK

1024 768 adhistya

Not only material, in the process of development also needed heavy equipment that serves to help facilitate the work. Because of this important function, any mining or construction work must use heavy equipment. In order for the function and performance of these heavy equipment not to decrease, special care is needed for heavy equipment. Heavy equipment maintenance is needed so that heavy equipment can function normally when used. But how are the tips for caring for heavy equipment such as a Dump Truck to last a long time and last?

  1. Check fuel availability. Use quality diesel.
  2. Before using, warm up the engine for about five minutes.
  3. Use the engine oil recommended by the manufacturer and check the oil level more frequently for trucks circulating in the mine area. Rudy H. Head of Production Unit I Nugraha Karoseri said, “Maintenance in the mine area must be more frequent than the streets. For extreme mine locations you can double check in one week. “
  4. Replace solar filters regularly. A dusty area can cause the filter to get dirty faster, so Dump Truck needs special attention twice as much as a normal truck.
  5. Do not turn off the engine suddenly. After the contact is off, wait until the normal engine temperature has returned completely shut down the engine.
  6. Hydraulic is a vital component. Clean the hydraulics after use for optimal performance.
    And the last,
  7. Check batteries, batteries, cables and plugs.
copyright ©amtiss

TIPS MERAWAT DUMP TRUCK

Tidak hanya material, dalam proses pembangunan juga dibutuhkan alat berat yang berfungsi untuk membantu memudahkan pekerjaan. Karena fungsinya yang cukup penting inilah, setiap pekerjaan tambang atau konstruksi pasti menggunakan alat berat. Agar fungsi dan kinerja dari alat-alat berat ini tidak menurun, diperlukan perawatan khusus terhadap alat-alat berat. Maintenance alat berat diperlukan agar alat-alat berat bisa tetap berfungsi dengan normal saat digunakan. Namun bagaimanakah tips merawat alat berat seperti Dump Truck agar awet dan bisa bertahan lama?

  1. Periksa ketersediaan bahan bakar. Gunakan solar yang berkualitas.
  2. Sebelum menggunakan, lakukan pemanasan mesin terlebih dahulu selama kurang lebih lima menit.
  3. Gunakan oli mesin yang direkomendasikan pabrikan dan periksa ketinggian oli lebih sering untuk truk yang beredar di area tambang. Rudy H. Kepala Produksi Unit I Nugraha Karoseri mengatakan, “Perawatan di daerah tambang harus lebih sering daripada jalanan. Untuk lokasi tambang yang ekstrim bisa cek dalam satu minggu bisa dua kali.”
  4. Ganti filter solar secara rutin. Area yang berdebu, bisa menyebabkan filter lebih cepat kotor, maka dari itu Dump Truck perlu perhatian khusus dua kali lebih maksimal daripada truck biasa.
  5. Jangan mematikan mesin secara mendadak. Setelah kontak off,  tunggu sampai suhu mesin normal kembali baru benar-benar mematikan mesin.
  6. Hidrolik merupakan komponen yang vital. Bersihkan hidrolik setelah digunakan agar kinerja optimal.

Dan yang terakhir,

7. Check battery, accu, kabel dan busi.

Monitoring Manpower with Mobile Apps

1024 411 adhistya

Setiap perusahaan tambang memiliki ribuan unit aset yang tersebar di beberapa lokasi berbeda dan setiap aset tersebut membutuhkan monitoring serta maintenance yang dilakukan oleh mekanik secara rutin. Selain memonitor asetnya, perusahaan juga perlu memonitor waktu kerja mekanik dalam setiap maintenance yang dilakukan terhadap unit. Namun bagaimanakah monitoring tersebut dapat dilakukan jika sistem maintenance di lapangan masih dilakukan secara manual?

Hampir setiap perusahaan tidak hanya di industri tambang memiliki kesulitan dalam monitoring kinerja mekaniknya. Perusahaan hanya mengetahui jam kerja mekanik melalui kertas yang diisi secara manual, tetapi tidak tahu bagaimana kinerjanya di lapangan. Dalam hal ini diperlukan digitalisasi sistem untuk memonitoring kinerja mekanik secara real-time dan mendapatkan laporan yang valid.

Amtiss memiliki aplikasi mobile yang dapat membantu perusahaan dalam monitoring jam kerja mekanik secara real dan valid. Melalui fitur work order yang dikerjakan di aplikasi mobile amtiss, perusahaan dapat mengetahui berapa jam yang dibutuhkan mekanik dalam mengerjakan pekerjaannya dan berapa jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan setiap harinya.