Posts Tagged :

safe operating procedure

Telat Mendeteksi Masalah karena Laporan Terlambat

1024 683 amaliya

Demi keselamatan jiwa dan operasi pertambangan, setiap sumber daya baik manusia maupun alat harus melewati proses uji kelayakan. Banyak yang harus diperiksa dan dipastikan sudah memenuhi standar, baru lah operasi tambang dapat dijalankan. Cipto sebagai Head of Health Safety and Environment sebuah kontraktor tambang mengatakan bahwa ia sangat ketat dalam menerima laporan layak atau tidaknya alat yang akan digunakan untuk menambang. “Sudah memenuhi persyaratan belum? Tahunnya, sertifikasinya, record perawatannya, hingga operatornya”, jelas Cipto.

Pengecekan terhadap hal-hal di atas dilakukan secara rutin karena sering kali dokumen yang digunakan tidak diperbarui akibat lupa masa berlakunya, misalnya. Kemudian gantinya operator yang ternyata tidak ada SIO nya. Juga mengenai record perawatan alat, yang menjadi salah satu perhatian terpenting dalam menilai sebuah alat layak atau tidak beroperasi. Diakui Cipto, sering kali menemui kenakalan tim di lapangan seperti tidak melakukan cek harian alat, terlambat melakukan perawatan, dan lainnya. Namun hal tersebut diketahui setelah kejadian sehingga solusi yang dilakukan hanya melakukan visit ke site lebih sering lagi.

Adapun hal lain yang menjadi tantangan adalah mengenai pengiriman logistik yang sering kali tidak tercatat dengan baik sehingga terjadi miscommunication dan menghambat pekerjaan yang lain.

Jika mempelajari kondisi yang ada, Cipto mengakui seharusnya masalah-masalah seperti disiplin perawatan dan miscommunication tidak lagi terjadi jika pekerjaan apapun tercatat dan ter-update dengan cepat. Seperti masalah ketidakdisiplinan tim perawatan, dapat terdeteksi dini jika saja laporan diterima dengan cepat. Namun Cipto menyadari bahwa butuh waktu untuk membenahi hal tersebut misalnya mengubah menjadi digital inspection yang dapat mempercepat dalam memperoleh laporan sehingga dapat mendeteksi masalah dengan lebih cepat. Dibutuhkan pendekatan yang tepat untuk menimbulkan kesadaran baik kepada tim di lapangan maupun sisi manajerial.

3 Pesan dari Pemimpin untuk Para Pemimpin Tambang

1024 733 amaliya

Risono, mantan Vice President of Operations PT Antam Tbk, yang kini menjabat sebagai Presiden Direktur anak perusahaannya yaitu PT Gag Nikel Tbk, memiliki kepedulian yang besar terhadap perkembangan masyarakat Indonesia. Sering kali Risono menginspirasi melalui idenya, juga gagasannya.

Salah satu dari hasil pengamatannya, Risono melihat bahwa sangat penting menjaga reputasi perusahaan tambang. Seperti yang diketahui bahwa perusahaan tambang mempunyai citra yang kurang baik terkait operasionalnya, seperti merusak lingkungan, dan lainnya. Ditambah berbagai informasi yang tidak bisa dipertanggung jawabkan sumbernya sering kali menebar hoax terkait industri ini. Padahal, hal tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata.di sisi lain, tambang sangatlah dibutuhkan. Menurut Risono, apakah ada satu benda yang tidak berhubungan dengan pertambangan? Kemudian bagaimana industri pertambangan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, bagaimana program perusahaan dapat membangun masyarakat sekitar, dan lainnya.

Sehingga menurut Risono, di era media sosial ini ahli pertambangana harus merubah pola komunikasi. Jangan sampai generasi muda terpengaruh oleh hoax dan gagal paham terhadap industri tambang yang sebenarnya adalah kebutuhan.

Kedua, Risono mengatakan “Ahli pertambangan must be better for professionalism, no integrity, no trust and of course no business”. Tentang bagaimana orang-orang yang ada di industri ini harus lebih profesional dan meningkatkan integritas dalam bidangnya. Sehingga kualitas orang-orang di industri ini tetap terjaga.

Ketiga, Risono mengatakan bahwa para ahli pertambangan harus bisa “Do The Best” untuk industri berbasis pertambangan. Sehingga barang tambang dapat menjadi daya ungkit pembangunan, bukan hanya sebagai barang dagangan komoditas semata.

“Professionals will do and always be the best choice for the stakeholders”

Top 5 Largest Coal Mining Companies in The World

1024 640 amaliya
Here are the top 5 coal mining companies that are managing to achieve significant revenues to remain competitive in the industry

1. Coal India

Coal India Limited (CIL), an organized state-owned coal mining organization, which incorporated with a modest production of 79 million tons, is the single largest coal producer in the world. Operating through 82 mining areas with seven wholly owned coal making subsidiaries, CIL crossed the threshold of half-a-billion tons in 2016, both in coal off-take and production. The company is pursuing initiatives to acquire high CV thermal and metallurgical coal assets abroad to enhance the energy security of the country.

As per the recent market speculations, Coal India is looking to acquire coking coal assets in Australia to furnish its foreign coal assets stock. While the company announced its list of possible destinations for investment, including the US, Canada, Columbia, and Indonesia, the coal mining giant has decided to focus on South Africa and Australia for the current acquisitions.

2. BHP Billiton Limited

Beginning as a tin mine on Indonesia’s Belitung Island in the 1860s, Billiton merged with BHP, a lead, zinc, and silver producer in Broken Hill Australia in 2001 to become one of the world’s largest diversified resource companies. Following the demerger of South32 in 2015, BHP Billiton now has four key pillars, including copper, iron ore, petroleum, coal and a potential fifth in potash with major operations in 8 countries.

In 2016, the company outlined the path for its coal mining business to improve outcomes by reducing costs, unlocking productivity and releasing latent capacity. Even in today’s challenging industry environment, all of their operations remain cash positive. BHP Strongly feels that there will be improved market dynamics in the future.

3. Shenhua Group

Established in 1995, China’s Shenhua Group is a backbone state-owned organization directly under State Council. It is one of the largest enterprises featuring the one-stop business of production, operation, and transportation, with coal business being its foundation, and electricity, port, aviation, railroad, coal-to-chemical, as well as coal-to-liquid operations, all being integrated. Shenhua is the most prominent coal mining company in China, with the highest level of modernization and the largest distribution worldwide.

Recently, the government of China approved the merger of Shenhua group corp., with power major China Guodian Corp. With assets of $271 billion, the new organization will be the world’s second-largest company by revenue and largest by installed capacity.

4. Arch Coal

Arch Coal, a Creve Coeur-based coal producer, which, like other coal mining companies, was battered by the lessening demand for coal, filed for bankruptcy protection nearly two years ago to reduce its debts. However, with the remarkable restructuring strategy and Trump’s vow to support more and more coal mining, the battered company made a strong comeback in the coal mining world.

Today, Arch Coal is one of the leading coal producers, with 96 million tons of coal sold in 2016. The company is well-positioned in the U.S. with low-cost mining developments and high-quality reserves in strategic U.S. coal supply basins. Altogether, Arch Coal represents over 13 percent of America’s coal supply from their active mining complexes in Wyoming, West Virginia, Colorado and Illinois.

5. Anglo American Plc

Anglo American Plc, with roots going back more than a century to South Africa’s gold and diamond fields, is now one of the world’s largest diversified mining companies. Anglo American has a wide coal portfolio that is geographically diverse, with thermal coal assets (for electricity generation) in Colombia and South Africa, and metallurgical coal assets (for steel manufacture) in Australia. They are the third largest suppliers of metallurgical coal.

In 2017, the company sold the Eskom-linked thermal coal operations in South Africa for $167 million, marking a significant step in the mining giant’s strategic overhaul to sharpen its focus on the other three commodities.

Sources:

https://www.technavio.com/blog/top-5-largest-coal-mining-companies

Mudah Manajamen Work Order dan Monitor Eksekusinya

960 540 amaliya

 Mempunyai tanggung jawab dalam mengontrol pekerjaan tim di lapangan memiliki beberapa aspek yang harus diperhatikan. Mulai dari penugasan pekerjaan, mengontrol eksekusi pekerjaan, penerimaan hasil pekerjaan, hingga rekap hasil pekerjaan tadi untuk mendapatkan kesimpulan yang dapat dianalisa oleh manajemen nantinya.

Melalui proses kerja konvensional, penugasan dan eksekusi sering kali tidak terekam dengan baik sehingga menyulitkan supervisor / group leader / manager dalam memonitor pekerjaan yang sudah ditugaskan tadi. Apakah sudah dikerjakan, di mana kendala yang dihadapi, hingga kesulitan dalam mencari sebab akibat sebuah kasus nantinya. Ataupun hal yang paling dirasa adalah proses rekap setelah menerima seluruh pekerjaan tim di lapangan tadi. Selain membutuhkan waktu yang lama, juga tinggi akan risiko human error.

Melalui Maintenance Management module amtiss, manager level dapat melakukan manajemen perintah kerja (Work Order) melalui sistem. Mengatur pekerjaan tim di lapangan dapat dilakukan dalam satu dashboard, mulai dari jenis pekerjaan, unit yang dituju, tanggal harus dieksekusi, tim yang ditugaskan, hingga digital inspection yang harus dikerjakan. Setelah WO dibuat, pekerjaan tersebut akan masuk ke mobile application tim yang ditujukan saja. Sehingga nantinya manager dapat melihat siapa saja yang sudah mengerjakan, terlihat dari hasil pekerjaan yang akan secara otomatis masuk kembali ke sistem manager. Dengan demikian, jelas memangkas proses rekap hasil pekerjaan tim yang biasanya dilakukan manual satu per satu. Karena melalui amtiss, pekerjaan yang dikerjakan melalui mobile app akan secara otomatis masuk ke sistem. Report pun dapat di download sesuai kebutuhan.

Excavator Pertama Karya Anak Bangsa: Pindad Excava 200

673 373 amaliya

Alat berat seperti Excavator yang digunakan para kontraktor di Indonesia biasanya didominasi oleh alat berat produk Amerika Serikat dengan Caterpillarnya, Jepang dengan Komatsu dan Hitachinya, maupun Korea Selatan dengan Hyundai dan Doosannya. Namun di awal tahun 2016 lalu PT Pindad (Persero) yang terkenal sebagai produsen alat perang itu berhasil merilis Excavator dengan warna merah putih untuk melakukan pengerukan tanah di proyek kereta cepat Jakarta – Bandung.

Pindad Excava 200 yang berkapasitas 20 ton ini sangat cocok dipakai dalam proyek pembuatan infrastruktur jalan raya dan konstruksi, sebagaimana yang telah dicanangkan oleh Jokowi dalam nawacitanya yakni pengembangan daerah-daerah tertinggal dengan pembuatan infrastruktur sebanyak-banyaknya.

Secara teknologi dan rancang bangun, staf produksi dan tenaga ahli PT. Pindad telah menguasai teknologi Excavator seperti roda, rantai dan perangkat lainnya. Direktorat Produk Industri Pindad bahkan sudah memasok produk komponen seperti bucket teeth untuk pemegang merek Excavator yang beroperasi di Indonesia.

Pindad berencana memproduksi Excava 200 dengan target utama pasar dalam negeri. Adalah BUMN karya seperti Wijaya Karya, Waskita Karya, Hutama Karya, Adhi Karya dan Pembangunan Perumahan (PP) yang akan menggunakan jasa alat berat ini nantinya

 

Sumber: Kompasiana

Expert Said #6 Risono: “Indonesia Menuju Negara Industri Berbasis Tambang”

1024 683 amaliya

Sources: Antam Resourcindo / Penambangan Nikel di Pulau Gag, Papua Barat

Semenjak keran ekspor Nikel dibuka lagi, Risono mengatakan industri tambang Nikel marak lagi. Namun dalam menghadapi persaingan bisnis, Risono yang pernah menjabat sebagai VP of Operations PT Antam Tbk dan kini mempimpin anak perusahaannya, PT Gag Nikel sebagai Presiden Direktur, semakin menunjukkan performa kepemimpinannya. Risono memiliki tujuan yang tidak hanya mengejar keuntungan bisnis semata. Namun juga mempunyai tujuan membentuk karakter bangsa dan negara menjadi lebih baik. Itulah salah satu faktor terpilihnya Risono sebagai 1st Champion Indonesia Future Business Leader 2018 yang diselenggarakan SWA dan NBO Group.

Belajar dari pengalaman Indonesia, Risono mengatakan bahwa seharusnya Kekayaan Alam ini dijadikan sebagai leverage pembangunan, bukan hanya sebagai komoditas semata. Seperti pesan Presiden pertama RI Soekarno,

“Biarlah kekayaan alam ini tersimpan sampai nanti putra-putra bangsa ini dapat mengolahnya sendiri”

Dari situ Risono mempunyai visi misi yang besar. Berdasarkan trend saat ini, diprediksi bahwa trend kedepannya masyarakat sudah tidak lagi menggunakan mobil dengan bahan bakar minyak, melainkan mobil listrik. Dijelaskannya bahwa 2030 nanti di Eropa bahkan sudah melarang penggunaan mobil selain mobil listrik. Hingga nanti pada 2040, diprediksikan bahwa 30% mobil di dunia adalah mobil listrik. Trend ini menjadi penguat bahwa nantinya bijih Nikel akan tinggi permintaannya sebagai bahan baterai yang dibutuhkan untuk mobil listrik.

Hal tersebut menjadi alasan bagi Risono untuk mendorong Indonesia lebih maju lagi. “Indonesia ini sangat terkenal kekayaannya. Sekarang masih berkembang, tapi Indonesia akan jadi negara maju ketika sudah menjadi negara industri. Pastinya tidak luput dari pengawalan pemerintah”, kata Risono. “Yang penting bangun dulu industrinya!”, tegas Risono yang tidak memusingkan perkara kepemilikan saat ini. Menurutnya tidak masalah membawa investor-investor asing karena itu masih bisa dijaga dengan pembuatan peraturan yang jelas nantinya. Yang penting adalah bagaimana pembentukan karakter bangsa Indonesia untuk mengolah kekayaan alamnya sendiri.

“Indonesia ini harus bisa berubah. Dari masyarakat penambang, menjadi masyarakat industri berbasis tambang”, – Risono.

Dengan begitu Risono ingin dirinya bersama masayakat Indonesia lainnya dapat memanfaatkan anugerah dari Tuhan sebagai negara ke-6 dengan cadangan Nikel terbesar di dunia, dengan membangun industri pengolahan Nikel sebagai bahan baku penting baterai listrik.   

Pekerjaan di Lapangan Mudah Dilaporkan dan Cepat Responnya

1024 512 amaliya

Dalam kegiatan operasional di lapangan ada beberapa hal yang dapat menghambat kegiatan produksi secara langsung. Salah satunya adalah kerusakan alat yang digunakan. Hal ini sebenarnya dapat dihindari dengan pemeliharaan secara berkala dan pengecekan kondisi alat setiap hari sehingga bisa mendeteksi sejak dini kemungkinan kerusakan alat. Namun hal tersebut belum bisa efisien, jika sistem pelaporannya masih manual dan membutuhkan waktu yang lama.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah disiplin dalam melakukan pelaporan dan pengecekan. Yang kedua adalah mengubah sistem pelaporan dan pengecekan tersebut. Pengecekan yang selama ini dilakukan secara manual, tanpa disadari menjadi faktor lambatnya laporan diterima oleh level manajerial sehingga respon yang dibutuhkan pun menjadi lebih lama didapat. Sering kali kasusnya adalah, laporan dan inspeksi harian yang telah dikerjakan tidak langsung diterima oleh level manajerial. Hal tersebut karena lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan inspeksi, mengumpulkan inspeksi dengan inspeksi-inspeksi lain, dan pengantaran dokumen laporan tersebut ke kantor manajerial.

Untuk menghindari hal tersebut, beberapa perusahaan berinovasi dengan menggunakan sebuah sistem untuk merubah inspeksi kertas tadi menjadi digital. Semua pelaporan dikerjakan menggunakan mobile app, kemudian submit setiap laporannya, dan saat itu juga level manajerial dapat menerima laporan pekerjaan tim di lapangan. Bayangkan betapa mudahnya melaporkan kerusakan dengan sistem. Laporkan, validasi dengan foto, dan upload. Laporan diterima oleh level manajerial dan bisa ditindak lanjuti segera.

7 Teknologi Konstruksi Diperkenalkan oleh Balitbang

780 572 amaliya

Dikutip dari Kompas.com, berikut adalah 7 teknologi yang ditawarkan Balitbang:

  1. Blok Beton Terkunci
    Teknologi ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penggerusan dasar sungai. Keunggulan teknologi tersebut, dapat dipasang secara cepat karena modelnya pabrikasi. Meski dibuat di pabrik, teknologi ini tetap mampu menahan gaya seret air yang besar sehingga mencegah abrasi.
  2. Saluran Irigasi Beton Pracetak Modular
    Sesuai namanya, teknologi ini dtujukan untuk membagikan air ke persawahan atau pertanian secara efektif dan efisien. Keunggulnnya, kualitas aliran air akan mneingkat tetapi tetap mampu menghindari terjadinya longsor dinding saluran sertapemasangan dapat dilakukan secara ceat.
  3. Revetmen Tipe Blok Beton 3 B (berkait, berongga, dan bertangga)
    Teknologi ini mampu mencegah longsor serta melindungi perrgeseran garis pantai akibat erosi. Blok beton ini dapat diterapkan di daerah yang mempunyai kondisi gelombang moderat.
  4. Ruspin (Rumah Sistem Panel Instan)
    Merupakan teknologi rangka rumah pracetak, Ruspin dibangun menggunakan sistem sambungan baut. Keunggulan teknologi tersebut pemasangannya sangat cepat dibandingkan dengan rumah konvensional. Selain itu, Ruspin juga mudah diaplikasikan oleh masyarakat dengan sistem bongkar pasang.
  5. Judesa (Jembatan untuk Desa Asimetris)
    Teknologi terkait jembatan ini ditemukan untuk menyelesaikan masalah aksesibilitas masyarakat desa. Judesa sangat sederhana dengan tipe asimetris dan pondasi di satu sisi sehingga cocok diterapkan di desa yang terisolir.
  6. TCM (Tambal Cepat Mantap)
    Balitbang menemukan teknologi tersebut untuk mengatasi lubang pada permukaan jalan dengan praktis. TCM cocok diterapkan pada jalan retak, rutting dan bleeding dengan kualitas yang baik.
  7. Biotour
    Ini adalah teknologi pengolahan air limbah rumah tangga. Disebut ramah lingkungan, karena teknologi ini dapat menghasilkan air daur ulang untuk kebutuhan rumah tangga. Biotour cocok diterapkan di kawasan permukiman secara komunal.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Pemerintah Tawarkan 7 Teknologi Konstruksi Siap Pakai”, https://properti.kompas.com/read/2017/09/13/220056721/pemerintah-tawarkan-7-teknologi-konstruksi-siap-pakai.
Penulis : Arimbi Ramadhiani

Why SaaS?

1024 683 amaliya

Here are the top five reasons for any business to update their on-premise system to a cloud-based system:

1. Costs

Initial costs of a cloud-based setup are typically much lower than on-premise systems because you only need to implement the software to your requirements and then access it through your computer’s internet connection. Although the process takes much less time to implement than an on-premise solution, time is still a factor when budgeting for your new cloud solution, along with training and support. Each platform and consulting firm has its own support rates, so you must make sure to shop around for a solution that will best suit your budget and needs.

2. Maintenance

No hardware maintenance or repairs are necessary. Cloud services offer multiple timed incremental backups in case you need to rollback. Downtimes, if any, have a low impact because software providers have access to a much larger workforce than what most companies have access to, which will put any failure back on track in very little time. Restoring and data backup are also taken care of by the data centers.

Your IT team will spend a lot of time and money maintaining an on-premise system and administering regular check-ups to avoid unnecessary downtime and ensure the system is up and running when you need it. You must ensure regular backups and do a full disaster recovery test to ensure you are not backing up any corrupted data. The costs of proper ventilation for your servers and hardware — not to mention repairs — must also be considered.

3. Space

Rooms for servers, hardware and the in-house IT team are required for on-premise systems. Wiring, electricity and ventilation for those rooms also need to be installed and maintained for proper temperature and humidity control. In the case of cloud-based systems, no extra physical space is necessary, and server security is in the hands of the vendors, who are generally heavily secured with biometric access devices and state-of-the-art hardware for commercial use. Additional security needs can also be predetermined with the vendor prior to purchasing.

4. System Upgrades And Customizations

Seamless upgrades are done by your cloud service provider, which ensures you’re using the most up-to-date version of the software without needing to reimplement or re-customize any of your preset features. With a true cloud system, your customizations are always portable to future versions.

Some on-site software can be customized, but those customizations are typically linked to your current software deployment and are not easily portable to future versions. As upgrades become available, your customizations might not be portable to future versions. When it’s time for your system to be upgraded, your IT team will have to test all customizations and redeploy the system across the various users’ computers if it’s installed locally on workstations.

5. Time Management And Performance

Cloud-solution deployment time is almost nil in comparison to on-premise systems. You can deploy a cloud-based system across multiple regions, subsidiaries, and divisions, avoiding the cost associated with those rollouts. No additional hardware is needed, which means you don’t have to waste time procuring and installing IT infrastructure and VPN access across multiple sites. You can add more users as your business grows without ever thinking about improving the hardware. Cloud-based systems are built to ensure maximum network performance and are adaptive to your needs unlike on-premise setups, where speed and performance rely on your in-house servers. This means that as your business grows, you will outgrow the server’s capacity and will have to buy and install more hardware and possibly hire and train more IT department members.

 

Sources: Forbes

7 Tambang Emas Terkenal di Indonesia

673 373 amaliya

Emas memang menjadi salah satu sumber daya alam paling berharga di seluruh dunia. Dan di Indonesia sendiri sudah ada beberapa tempat untum menambang emas yang sudah terkenal hingga ke dunia.

udah menjadi rahasia umum jika Indonesia saat ini adalah salah satu negara dengan berbagai sumber daya alam sangat luar biasa banyak. Bahkan sumber daya alam tersebut tak terbatas pada beberapa hal saja karena hampir merata semua tersedia di negara Indonesia dengan baik. Hasil tambang adalah salah satu hasil yang paling banyak di Indonesia dan tergolong sangat penting keberadaanya.

Hampir semua jenis dari logam-logaman dan beberapa tambang penting lainnya dimiliki oleh Indonesia. Tempatnya sendiri sudah tersebar merata dari sabang hingga merauke. Beberapa tambang yang terkenal adalah tambang dari timah, perak, bauksit, emas, alumunium, kuningan dan beberapa bebatuan permata yang memiliki nilai tinggi. Berikut ini adalah beberapa tempat tambang emas terkenal di Indonesia hingga dunia.

  1. Halmahera – Tambang Emas Gosowong


Tempat ini menjadi salah satu tempat penambangan emas yang secara resmi dikelola langsung oleh BUMN di bawah naungan PT Aneka Tambang. Untuk kerjasama dengan pihak asing sendiri adalah dengan perusahaan Newcrest. Di tempat ini tidak hanya emas yang ditambang namun juga perak. Dari hasil catatan sementara ini, setelah tempat tambang ini dibuka selama 20 tahun lamanya sudah ada lebih dari 20 juta ons biji emas yang sudah sukses diangkat dari dalam perut bumi.

  1. Tapanuli Selatan – Tambang Emas Martabe


Salah satu tambang emas dikawasan Indonesia Timur ini juga menyimpan sangat banyak biji-biji emas. Untuk catatan yang di dapatkan dari tempat penambangan Tambang Emas Martabe ini ada sekitar 32 juta ons biji perak dan 3 juta ons biji emas. Penambangan di tempat ini sudah di buka sejak tahun 2013 silam.

  1. Puncak Jaya – Tambang Grashberg


Tambang emas di Tambang Grashberg ini adalah salah satu tambang yang terus menjadi sorotan. Tambang Grashberg ini dikelola langsung oleh PT. Freeport dan terus menjadi polemik dengan berbagai permasalahan sistem dan kerja sama di dalamnya yang hampir sebagian besar dikuasai perusahaan asing.

  1. Kalimantan Tengah – Tambang Emas Desa Pujon


Terletak di daerah Kapuas, tempat ini menawarkan sangat banyak tambang biji emas yang terus diangkat dari dalam perut bumi. Tempat ini benar-benar sangat terpencil dan sangat jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

  1. Jawa Barat – Tambang Emas Cikotok


Tempat penambangan ini berlokasi di tempat yang cukup terpencil dan diprediksi terus menawarkan potensi untuk menjadi tambang besar karena hasilnya sangat luar biasa.

  1. Maluku Utara – Tambang Emas Kencana


Tambang emas di daerah ini sangat berbahaya karena aktivitasnya rata-rata dilakukan di bawah tanah. Tentu resiko terbesar para penambang adalah bisa terkubur hidup-hidup akibat longsoran tanah diatasnya. Dari catatan yang ada, di tempat ini sudah mendapatkan 4,63 juta ons emas murni.

  1. Sumbawa – Tambang Emas Batu Hijau


Berlokasi di Batu Hijau, Pulau Sumbawa tempat ini membawa berbagai potensi besar untuk penambangan di Indonesia. 2,77 juta ons emas murni sudah diangkat dari tempat ini. Untuk operasional tambang ini sudah dibuka sejak tahun 2000 silam.

Sources: vebma