Posts Tagged :

sistemalatberat

WHY HEAVY EQUIPMENT ARE YELLOW?

1024 683 adhistya

Colors must fit together as pieces in a puzzle or cogs in a wheel.”

Hans Hofmann

Color is based on the mental and emotional effects caused by color to humans in all aspects of life. In color therapy, color is often associated with one’s emotions. Color can also affect a person’s mental or physical state. For example, some studies reveal that red often triggers an increase in heart rate which will lead to an increase in adrenaline pumped into the bloodstream.

Based on research, the highest level of human attention to the first color is red. Symbolizes danger, warning or error, but also intense warmth, love, passion and emotion. Red can also symbolize courage, war, or blood.

Second, yellow. This bright and useful color to attract attention is seen as a color associated with bright, happy feelings and also as a symbol of caution. That’s why the yellow color is expected to make more stimulation to the psychological effects of the subconscious and become more alert to all kinds of potential hazards that can arise.

That’s why the Traffic light also uses the colors above as a symbol to stop, and be careful.

copyright amtiss.

KENAPA ALAT BERAT BERWARNA KUNING?

Warna didasarkan pada efek secara mental dan emosional yang ditimbulkan oleh warna kepada manusia di semua aspek kehidupan. Pada terapi warna, warna seringkali dihubungkan dengan emosi seseorang. Warna juga bisa mempengaruhi keadaan mental atau fisik seseorang. Contohnya, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa warna merah seringkali memicu kenaikan detak jantung yang akan mengarah kepada kenaikan adrenalin yang dipompa ke aliran darah.

Berdasarkan penelitian, tingkat perhatian manusia yang paling tinggi terhadap warna yang pertama adalah warna merah. Melambangkan bahaya, peringatan atau kesalahan, namun juga kehangatan, cinta, gairah dan emosi yang intens. Merah juga bisa menyimbolkan keberanian, perang, atau darah.

Kedua, warna kuning. Warna yang terang dan berguna untuk menarik perhatian ini dilihat sebagai warna yang berhubungan dengan perasaaan cerah, bahagia dan juga sebagai simbol hati-hati. Karena itulah warna kuning diharapkan bisa membuat rangsangan lebih terhadap efek psikologis secara bawah sadar dan menjadi lebih waspada pada segala macam potensi bahaya yang dapat muncul.

Itulah mengapa Traffic light juga menggunakan warna-warna diatas sebagai simbol untuk berhenti, dan berhati-hati.

ABOUT HEAVY EQUIPMENT THAT YOU SHOULD KNOW

1024 768 adhistya

Heavy equipment is a machine with a large size and is capable of doing heavy work such as the construction of moving buildings or working on land. In heavy equipment there is a special system that can make the engine work optimally. For those of you who are interested in machine systems, the following will explain what are the systems that build heavy equipment so they can work properly.

Know the various types of machine systems
Heavy equipment consists of five main components, namely traction tools, implements, structures, power and transmission sources, and control systems. Examples of heavy equipment that we often encounter are bulldozers, excavators or digging tools, motor graders, motor scraper, and many others. Each heavy equipment has its own system that can make the engine work optimally. The following is the machine system that you need to know:

  1. Hydraulic system
    The hydraulic system is a system that transfers power by utilizing liquids or fluids as an intermediary. This system uses the principle of Pascal law in its application, namely liquid objects that are in a closed place if given pressure, the pressure will be continued in all directions with equal magnitude. The way the hydraulic system works is to change and control energy when the energy is flowing on a component to the next component.

Hydraulic systems are widely used in heavy equipment such as finisher, roller, excavator, and others. On the excavator, the hydraulic system is used to control the boom raise, boom low, bucket close, bucket open, stick out, stick in, swing right, swing left, or a combination of the above movements. In the process of moving the excavator also uses a combination of hydraulic cylinders with one another. This combination produces movements such as digging, lifting, throwing, and spinning.Power train system


2. Power train is a system that is used on machines to carry power from the engine to the final drive. The purpose of this system is so that a machine can move optimally to do a job. In addition, other functions of this heavy equipment system include reducing the rotation produced by the engine, changing the acceleration rate of the gear, and changing the direction of rotation of the tool.

One of the heavy equipment that uses the power train system is the Wheel Loader. Wheel Loader machines have the main function of moving material from one place to another. Power train components on Wheel Loader machines include the rear final drive, torque converter, transmission, transfer gear output, front drive shaft, and others.

  1. Sling system
    The sling system is used by the old Calm Shell type heavy equipment. This heavy equipment system delivers power by pulling the sling cable on the engine. The cable connects the power source with the components of the device you want to use. For example, the movement of a component wants to reverse, then the drawdown is done with the sling cable. The direction taken will be opposite or the component will be allowed to fall due to its own weight. This happens like the fall of the Calm Shell.
  2. Steering system
    The steering system or steering system on the machine is useful for moving the tool left or right according to the operator’s wishes. This system moves with the help of a hydraulic system.

That is information about several machine systems that you should know about. Heavy equipment can work optimally and maximally if the system used can run well.

The Difference Between Ordinary & Extraordinary is that Little Extra

Jimmy Johnson.

TENTANG ALAT BERAT YANG HARUS ANDA KETAHUI

Mengenal Sistem Alat Berat yang Perlu Anda Ketahui
Alat berat merupakan mesin dengan ukuran besar dan mampu mengerjakan pekerjaan berat seperti konstruksi memindahkan bangunan atau pengerjaan tanah. Dalam alat berat terdapat sistem khusus yang mampu membuat mesin bekerja dengan optimal. Untuk anda yang tertarik dengan sistem alat berat, berikut ini akan dijelaskan apa saja sistem yang membangun alat berat sehingga bisa bekerja dengan baik.

Mengetahui Macam Macam Sistem Alat Berat
Alat berat terdiri dari lima komponen utama yaitu alat traksi, implemen, struktur, sumber tenaga dan transmisi, serta sistem kendali. Contoh alat berat yang sering kita jumpai adalah bulldozer, excavator atau alat gali, motor grader, motor scraper, dan masih banyak yang lainnya. Setiap alat berat tersebut memiliki sistem masing-masing yang mampu membuat mesin bekerja dengan maksimal. Berikut ini adalah sistem alat berat yang perlu anda ketahui:

  1. Sistem Hidrolik
    Sistem hidrolik merupakan sistem yang memindah tenaga dengan memanfaatkan cairan atau fluida sebagai perantara. Sistem ini menggunakan prinsip hukum pascal pada penerapannya yaitu benda cair yang ada pada suatu tempat tertutup jika diberi tekanan maka tekanan tersebut akan dilanjutkan ke segala arah dengan sama besar. Cara kerja sistem hidrolik yaitu mengubah dan mengendalikan energi saat energi tersebut sedang mengalir pada sebuah komponen ke komponen selanjutnya.

Sistem hidrolik banyak digunakan pada alat berat seperti finisher, roller, excavator, dan lain-lain. Pada excavator, sistem hidrolik digunakan untuk melakukan pengendalian pada boom raise, boom low, bucket close, bucket open, stick out, stick in, swing right, swing left, atau kombinasi dari gerakan di atas. Pada proses pergerakannya excavator juga menggunakan sistem hidrolik kombinasi antara silinder satu dengan lainnya. Kombinasi tersebut menghasilkan gerakan seperti menggali, mengangkat, membuang, dan berputar.

  1. Sistem Power train
    Power train merupakan sebuah sistem yang digunakan pada alat berat untuk meneruskan power dari mesin hingga sampai ke penggerak akhir atau final drive. Tujuan dari sistem ini adalah agar sebuah alat berat dapat bergerak dengan optimal untuk melakukan sebuah pekerjaan. Selain itu fungsi lain dari sistem alat berat ini diantaranya adalah mereduksi putaran yang dihasilkan oleh mesin, mengubah tingkat percepatan dari gear, dan mengubah arah putaran dari alat.

Salah satu alat berat yang menggunakan sistem power train adalah Wheel Loader. Alat berat Wheel Loader memiliki fungsi utama untuk memindahkan material dari satu tempat ke tempat yang lain. Komponen power train pada alat berat Wheel Loader diantaranya adalah rear final drive, torque converter, transmission, output transfer gear, front drive shaft, dan lain-lain.

  1. Sistem Sling
    Sistem sling digunakan oleh alat berat jenis Calm Shell dengan model lama. Sistem alat berat ini menyalurkan tenaga dengan cara menarik kabel sling yang ada pada mesin. Kabel tersebut menghubungkan sumber tenaga dengan komponen dari alat yang ingin digunakan. Misalnya gerakan komponen ingin berbalik arah maka penarikan dilakukan dengan kabel sling tersebut. Arah yang dilakukan akan berlawanan atau komponen akan dibiarkan jatuh karena beratnya sendiri. Hal tersebut terjadi seperti jatuhnya Calm Shell.
  2. Sistem Steering
    Sistem steering atau sistem kemudi pada alat berat berguna untuk menggerakkan alat ke kiri atau ke kanan sesuai dengan kehendak operator. Sistem ini bergerak dengan bantuan sistem hidrolik.

Itulah informasi mengenai beberapa sistem alat berat yang harus anda ketahui. Alat berat dapat bekerja dengan optimal dan maksimal jika sistem yang digunakan bisa berjalan dengan baik.

5 BENEFITS OF SAFETY VEST

446 500 adhistya

“One earnest worker can do more by personal suggestion to prevent accidents than a carload of safety signs.”

Making Paper, E.R. Brown

f you look around you, you will find various construction works carried out everywhere. Whether it’s building construction, roads, bridges, jobs in the mining area, or repairing and renovating existing old structures. All the work requires a lot of smaller and more complicated jobs.

These jobs are always associated with the possibility of the occurrence of occupational hazards. Various possibilities for accidents can come from various things, such as:
– Accidents due to falling material pieces on workers.
Hit by heavy equipment or vehicles.
– Accidents experienced by people passing through the work area without realizing the danger that might occur.
– Therefore, in high-risk work areas it is required to wear clothing that can be clearly seen, not only during the day but also in dark conditions. In general, used as a marker is a safety vest, although some also use work uniforms equipped with reflective ribbons.

Safety vests usually have very bright colors, like orange or green. This vest is also equipped with a reflective silver silvery ribbon, so that even in the dark, this vest can reflect light so that the people using it can be clearly seen.

This visibility is very important to avoid being hit by heavy equipment or vehicles. Other people who work with equipment, whether it is heavy equipment, vehicles or other equipment can identify the object as a human being, not part of the objects that are there.
The benefits of using a safety vest include:
Can Be Seen In Dark Conditions
As mentioned above, the bright colors of the reflective tape make this safety vest visible to others who do work using heavy equipment, vehicles or other equipment. Thus the possibility of an accident can be reduced.
Make Other People Warn
The choice of colors such as yellow, orange or green is not without reason. These colors are colors that can be seen at great distances. Therefore, the driver on the road or other workers at the job site can identify the wearer’s vest from a distance and slow down the vehicle speed.
Convenience
Although everyone understands this safety vest is very useful and effective. However, it often happens that workers consider this vest to cause their comfort in work to be disrupted. This is a matter of habit. The fact shows, after being used for some time, people will feel comfortable. Even in some people, they will feel uncomfortable when not using a safety vest.
Protect from water
Besides comfort, another very beneficial aspect of safety vests is water resistance. Although not all safety vests have this feature. In some types of safety vests, a safety vest can protect the wearer from rain or wind. Even if the body sweats, but a safety vest can protect or at least reduce the effects of exposure to the wind.
Prices that are relatively cheap
Generally the price of safety vests is relatively affordable and should not be a reason for companies not to buy safety vests for their employees who work in dangerous locations. Compared to the losses that will arise during a work accident, for example financial losses, hassles and time, the price of a safety vest is very cheap.

If you are an entrepreneur who runs a business related to high risk such as construction or mining, it is a must for you to provide safety vests for your employees.

Jika Anda melihat sekitar Anda, Anda akan menemukan berbagai pekerjaan konstruksi dilakukan dimana-mana. Baik itu pembangunan gedung, jalan, jembatan, pekerjaan di area pertambangan, atau memperbaiki dan merenovasi struktur lama yang ada. Semua pekerjaan itu membutuhkan berbagai pekerjaan lebih kecil yang banyak dan rumit.

Pekerjaan-pekerjaan ini selalu dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya bahaya kecelakaan kerja. Berbagai kemungkinan timbulnya kecelakaan bisa bersumber dari berbagai hal, seperti:

  • Kecelakaan akibat jatuhnya potongan material pada pekerja.
  • Tertabrak/terlindas alat berat atau kendaraan.
  • Kecelakaan yang dialami orang yang melintas di area pekerjaan tanpa menyadari bahaya yang mungkin terjadi.

Oleh karena itu, di area-area kerja yang berisiko tinggi diwajibkan mengunakan pakaian yang dapat terlihat dengan jelas, tidak hanya di waktu siang melainkan juga pada kondisi gelap. Pada umumnya yang digunakan sebagai penanda adalah rompi safety, walaupun ada juga yang menggunakan seragam kerja yang dilengkapi dengan pita berbahan reflektif.

Rompi safety biasanya memiliki warna yang sangat cerah, seperti oranye atau hijau. Rompi ini juga dilengkapi dengan pita reflektif berwarna abu-abu keperakan, sehingga dalam keadaan gelap sekalipun, rompi ini dapat memantulkan cahaya sehingga orang yang menggunakannya dapat jelas terlihat.

Visibilitas ini sangat penting untuk menghindarkan dari tertabrak alat berat atau kendaraan. Orang lain yang  bekerja dengan peralatan, apakah itu alat berat, kendaraan atau peralatan lainnya dapat mengidentifikasi obyek tersebut sebagai manusia, bukan bagian dari benda-benda yang ada di situ.

Manfaat dari menggunakan rompi safety ini antara lain:

Dapat Terlihat Dalam Kondisi Gelap

Seperti yang telah disebutkan di atas, warna yang cerah yang pita reflektif membuat rompi safety ini dapat terlihat dengan mudah oleh orang lain yang melakukan pekerjaan menggunakan alat berat, kendaraan atau peralatan lainnya. Dengan demikian kemungkinan terjadinya kecelakaan dapat dikurangi.

Membuat Orang Lain Menjadi Waspada

Pemilihan warna seperti kuning, oranye atau hijau bukan tanpa alasan. Warna-warna ini merupakan warna-warna yang dapat terlihat pada jarak yang jauh. Oleh karena itu, pengemudi di jalan atau pekerja lain di lokasi pekerjaan dapat mengidentifikasi pemakai rompi dari kejauhan dan memperlambat kecepatan kendaraan.

Kenyamanan

Meskipun semua orang memahami rompi safety ini sangat berguna dan efektif. Namun sering terjadi pekerja menganggap rompi ini menyebabkan kenyamanannya dalam bekerja menjadi terganggu. Hal ini merupakan masalah kebiasaan saja. Kenyataan menunjukkan, setelah digunakan beberapa waktu lamanya, orang akan merasakan kenyamanan. Bahkan pada sebagian orang, mereka akan merasa tidak nyaman bila tidak menggunakan rompi safety.

Melindungi dari Air

Selain kenyamanan, aspek lain yang sangat menguntungkan dari rompi safety adalah tahan air. Walaupun tidak semua rompi safety memiliki fitur ini. Pada beberapa jenis rompi safety, rompi safety dapat melindungi pemakainya dari air hujan atau  angin. Sekalipun tubuh berkeringat, namun rompi safety dapat melindungi atau minimal mengurangi efek terpapar angin.

Harga yang Relatif Murah

Umumnya harga rompi safety relatif terjangkau dan semestinya tidak menjadi alasan bagi perusahaan untuk tidak membeli rompi safety bagi karyawan-karyawannya yang bekerja di lokasi berbahaya. Dibandingkan dengan kerugian yang akan timbul saat terjadi kecelakaan kerja misalnya kerugian finansial, kerepotan dan waktu, harga rompi safety sangat murah.

Jika Anda merupakan pengusaha yang menjalankan bisnis yang berkaitan dengan resiko tinggi seperti konstruksi atau pertambangan, merupakan satu keharusan bagi Anda untuk menyediakan rompi safety bagi karyawan-karyawan Anda.

10 RULES FOR WORKPLACE SAFETY

550 367 adhistya

Safety doesn’t happen by accident.

Anonymous.

Rag and Heavy Equipment Maintenance

1024 683 adhistya

Rag is a cloth used to clean dirt. Rag can be used to clean various impurities such as water, oil, dust, mud and dirt resulting from a process. In various maintenance activities, heavy cloth functions are very important and are considered as important as various safety tools and equipment.
Generally, rag is made from pieces of waste cloth from the garment industry. This waste cloth is then sold in irregular pieces and joined together and sewn before being sold in the form of sack. The cheap price of cloth made in various workshops of heavy equipment and mechanical fields that are in charge in the field, equips the tools used with rag.
However, we must understand the types of cloth and when to use them. The function of cloth majun which is trivial and often only considered as a complement is often the cause of the emergence of fatal problems for heavy equipment.
The following are various types of woven cloth and their functions:


Rag Asalan fabric, is a cloth made from the rest of the garment without sewing. The pieces of fabric are sold directly so that their sizes vary greatly, from small pieces to large sheets. Users for this type of cloth are workshops, industries or business sectors that have links with chemicals. The price of this cloth is relatively cheap and preferred because of its efficient use. To clean the dirt in the form of spots, just use a small piece of cloth.


Rag Color Sewing Fabric, has a width of size ranging from 25 × 25 to 30 × 30 cm, in the form of a combination of several pieces of waste cloth stacked into 2-3 layers with circular stitches so that the fabric is joined together because the seams are circular like a small spriral then enlarged. This type of cloth is one of the favorite products because it is widely used by various industries. With several layers of cloth, this cloth is quite a favorite because it is very effective to use as a cleaning cloth especially for cleaning larger sized dirt such as oil puddles


Sewing White Majun Fabric, has a width of size ranging from 25 × 25 to 30 × 30 cm. Made from pieces of cloth, the rest of the t-shirt material is sewn together in sheet form. Although the price is more expensive than the original woven cloth or white sewing cloth, this type of cloth is quite favorite for relatively ‘clean’ jobs such as cleaning the sandpaper putty before painting.
Rag A mixture is a combination of woven cloth which is packaged in a 50 kg sack that is filled with woven cloth with a width of 1-2 fingers mixed with a cloth that has a width of 2-3 fingers.


White Rag Fabrics Without Stitches are white woven fabric with a shirt size in a certain size (depending on the production of the garment or garment). This type of cloth can be derived from the remaining fabric production or intentionally produced into sheets of cloth. Because the shape is in the form of sheets without stitching, the price is relatively more expensive than other types. This type of cloth is very suitable for smoothing newly painted metal surfaces.


To note, there are certain jobs that are not suitable for using cloth, especially those originating from fabric joints, such as engine overhaul work or repair of hydraulic pumps, motors, etc. The nature of the cloth majun with flakes of cloth, yarn and dust of cloth is very susceptible to entering the engine components. Imagine if the sewing thread cuts between the liners and pistons. Not to mention the negligence factor, for example, there is a small piece of cloth sandwiched between the cylinder blocks, of course, it will potentially cause fatal problems.

sc: google

Kain majun alias kain lap adalah kain yang digunakan untuk membersihkan kotoran. Kain majun bisa digunakan untuk membersihkan berbagai kotoran seperti air, oli, debu, lumpur maupun kotoran hasil sebuah proses. Dalam berbagai kegiatan maintenance alat berat fungsi kain majun sangat penting dan dianggap sama pentingnya dengan berbagai tools maupun peralatan safety.

Umumnya kain majun terbuat terbuat dari potongan kain sisa dari industri garmen. Kain limbah ini kemudian dijual dalam bentuk potongan tidak beraturan maupun disambung-sambung dan dijahit sebelum dijual dalam bentuk karungan atau bal-balan. Harga kain majun yang murah membuat di berbagai workshop alat berat maupun mekanik field yang bertugas di lapangan, memperlengkapi tools yang digunakan dengan kain majun.

Namun, kita harus memahami jenis-jenis kain majun dan kapan menggunakannya. Fungsi kain majun yang sepele dan sering cuma dianggap sebagai pelengkap sering menjadi penyebab timbulnya masalah yang fatal bagi alat berat.

Berikut adalah berbagai jenis kain majun beserta fungsinya :

Kain Majun Asalan, merupakan kain majun sisa garmen tanpa proses penjahitan. Potongan-potongan kain langsung dijual sehingga ukurannya sangat bervariasi, dari mulai potongan kecil sampai lembaran yang agak besar. Pengguna untuk jenis kain majun ini adalah bengkel, industri atau bidang usaha yang memiliki keterkaitan dengan bahan-bahan kimia. Harga kain majun ini relatif murah dan disukai karena penggunaannya hemat. Untuk membersihkan kotoran berupa spot cukup menggunakan potongan kain yang kecil.

Kain Majun Warna Jahit, memiliki lebar ukuran berkisar 25×25 sampai dengan 30×30 cm, berupa gabungan beberapa potong kain limbah yang ditumpuk menjadi 2-3 lapis dengan jahitan melingkar sehingga kain majun menyatu dengan kuat karena jahitannya yang melingkar seperti spriral kecil kemudian membesar.

Kain majun jenis ini ini adalah salah satu produk favorit karena banyak digunakan oleh berbagai industri. Dengan beberapa lapis kain, kain majun ini cukup favorit karena sangat efektif digunakan sebagai lap pembersih terutama untuk membersihkan kotoran yang berukuran lebih besar misalnya genangan oli

Kain Majun Putih Jahit, memiliki lebar ukuran berkisar 25×25 sampai dengan 30×30 cm. Terbuat dari potongan kain sisa bahan kaos yang dijahit menjadi satu dalam bentuk lembaran. Walaupun harganya lebih mahal dari kain majun asalan maupun kain majun putih jahit, kain majun jenis ini cukup favorit digunakan pada pekerjaan-pekerjaan yang relatif ‘bersih’ seperti membersihkan lapisa dempul yang telah diamplas sebelum dilakukan pengecatan.

Kain Majun Campuran adalah gabungan kain majun yang dikemas dalam karung dengan ukuran 50 kg yang diisi dengan kain majun dengan lebar 1-2 jari dicampur dengan kain majun yang lebarnya berukuran 2-3 jari.

Kain Majun Putih Lembaran Tanpa Jahitan adalah kain majun warna putih dengan bahan kaos dalam ukuran tertentu (tergantung produksi konveksi atau garment tersebut). Kain majun jenis ini bisa berasal dari kain sisa produksi atau sengaja diproduksi menjadi lembaran kain majun. Karena bentuknya berupa lembaran tanpa jahitan, harganya relatif lebih mahal dari jenis lainnya. Kain majun jenis ini sangat cocok untuk menghaluskan permukaan logam yang baru dicat.

Yang perlu diperhatikan, ada pekerjaan-pekerjaan tertentu yang tidak cocok menggunakan kain majun terutama yang berasal dari kain sambungan, misalnya pekerjaan overhaul engine atau perbaikan pompa hidraulik, motor, dll. Sifat dari kain majun dengan serpihan kain, benang maupun debu-debu kain sangat rentan memasuki komponen-komponen mesin. Bayangkan jika potongan benang jahit masuk di sela-sela liner dan piston. Belum lagi faktor kealpaan misalnya ada potongan kecil kain terjepit di sela-sela silinder blok tentunya akan berpotensi menimbulkan problem yang fatal.

sc: equipina

Maintenance Planner : What and How?

1024 683 adhistya

“If you don’t understand how to run an efficient operation, new machinery will just give you new problems of operation and maintenance. The sure way to increase productivity is to better administrate man and machine.”

W. Edwards Deming

Heavy equipment plays a vital role in various jobs. So that heavy equipment remains reliable, it requires regular and planned maintenance. Without good maintenance, a heavy equipment is only a matter of time to experience various problems, from small to large.
But the busy life often makes the heavy equipment not well-maintained, so someone who is in charge of ensuring heavy equipment maintenance can be done on time. This is where the function of a Maintenance Planner is vital.

To become a Maintenance Planner, a person needs to have special requirements, because of the amount of responsibility he carries. The first requirement, a Maintenance Planner must have adequate knowledge of the technical aspects of various heavy equipment.

In some companies, a Maintenance Planner comes from a senior mechanical background that is rotated, although it does not rule out the possibility of coming from someone who has never been ‘helpful’.

But not only has adequate knowledge of technical equipment, a Maintenance Planner must also like to learn new things. As we know, the development of heavy equipment technology is very rapid. Various new technologies are applied to the latest heavy equipment, for which one’s basic knowledge is not enough to keep up with the technological advances.

Because of this, a Maintenance Planner must be able to communicate well with mechanics and other functions, such as spare parts and sales / marketing. And no less important, a Maintenance Planner must have good computer mastery because in his work, he will use many computer applications, not only standard applications such as Microsoft Excel, Word and Powerpoint and e-mail, but also various additional applications for example, software project management, including special software related to heavy equipment.

The routine task of a Maintenance Planner is to collect data on the condition of the machine. These data are obtained from routine checks at any time, through daily maintenance, routine service, until repair. These data are then combined with historical data on all the heavy equipment they have.

Sometimes this historical data does not exist or has not been well documented in the past. If it does not exist, it is the duty of a Maintenance Planner to collect these data and combine them into unit data that can be accessed easily at any time.

If a maintenance plan on one or several units cannot be implemented, for example spare parts are not yet available, many mechanics take leave, heavy equipment is used to pursue production targets or a heavy equipment experiences an emergency such as a fatal breakdown or accident.

This is where a Maintenance Planner must be able to coordinate well with various parties to adjust the maintenance schedule that has been prepared.

copyright © amtiss

Alat berat memegang peranan vital pada berbagai pekerjaan. Supaya alat berat tetap handal diperlukan maintenance yang teratur dan terencana. Tanpa adanya maintenance yang baik, sebuah alat berat hanya tinggal menunggu waktu untuk mengalami berbagai permasalahan, dari kecil sampai besar.

Namun kesibukan yang ada seringkali membuat alat berat tidak terpelihara dengan baik, sehingga diperlukan seseorang yang bertugas untuk memastikan maintenance alat berat bisa dilakukan tepat waktu. Disinilah fungsi seorang Maintenance Planner sangat vital.

Untuk menjadi seorang Maintenance Planner, seseorang perlu memiliki persyaratan khusus, karena besarnya tanggung jawab yang diembannya. Persyaratan pertama, seorang Maintenance Planner harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai aspek teknikal berbagai alat berat.

Pada beberapa perusahaan, seorang Maintenance Planner berasal dari latar belakang mekanik senior yang dirotasi, walaupun tidak menutup kemungkinan berasal dari seorang yang tidak pernah ‘ngolong’.

Namun tidak hanya memiliki pengetahuan memadai mengenai teknikal alat berat, seorang Maintenance Planner juga harus suka mempelajari berbagai hal baru. Seperti kita ketahui, perkembangan teknologi alat berat sangat pesat. Berbagai teknologi baru diterapkan pada alat-alat berat keluaran terbaru, untuk itu pengetahuan dasar seseorang tidaklah cukup untuk mengikuti berbagai kemajuan teknologi itu.

Karena hal ini juga, seorang Maintenance Planner harus mampu berkomunikasi dengan baik dengan mekanik maupun fungsi-fungsi lain, misalnya spare part maupun sales/marketing. Dan tidak kalah penting, seorang Maintenance Planner harus memiliki penguasaan komputer yang baik karena dalam pekerjaannya, ia akan banyak menggunakan berbagai aplikasi komputer, bukan saja aplikasi-aplikasi standar seperti Microsoft Excel, Word dan Powerpoint serta email, namun juga berbagai aplikasi tambahan misalnya, software project management, termasuk software-software khusus yang berkaitan dengan alat berat.

Tugas rutin seorang Maintenance Planner adalah mengumpulkan data kondisi alat berat. Data-data ini diperoleh dari pengecekan rutin setiap saat, melalui daily maintenance, service rutin, sampai dengan repair. Data-data ini kemudian digabungkan dengan data historis semua alat berat yang dimiliki.

Terkadang data historis ini tidak ada atau tidak terdokumentasi dengan baik di masa lalu. Bila tidak ada, menjadi tugas seorang Maintenance Planner untuk mengumpulkan data-data ini dan menggabungkannya menjadi data-data unit yang bisa diakses dengan mudah kapanpun.

Jika sebuah rencana maintenance pada satu atau beberapa unit tidak bisa terlaksana, misalnya spare part belum tersedia, banyak mekanik yang mengambil cuti, alat berat digunakan untuk mengejar target produksi atau suatu alat berat mengalami kondisi darurat misalnya mengalami breakdown yang fatal atau accident.

Disinilah seorang Maintenance Planner harus bisa berkordinasi dengan baik dengan berbagai pihak untuk menyesuaikan jadwal maintenance yang sudah disusun.

sc: equipina

FEW STEPS FOR HEAVY EQUIPMENT MAINTENANCE

1024 1024 adhistya

The treatment process or what is known as maintanance is an action taken to maintain the equipment in order to remain in a condition or condition that is stable for some time. In addition to making the condition of the machine stable and the machines inside working normally, heavy equipment maintenance is also treated to assist in the planning of the production budget or the construction budget needed.

Heavy equipment maintenance must also be carried out in several maintenance steps. This treatment step is carried out according to the needs and use of each unit of heavy equipment. By maintaining or maintaining, on some types of heavy equipment it is also useful to minimize production costs. Most importantly, the treatment steps carried out in accordance with predetermined standards will also guarantee safety, both workers and operators. As below are the maintenance steps that must be taken to be able to maintain the stability of the performance of the machine.

  • Preventive Maintenance
    The first step or stage of maintenance of a machine is known as preventive maintenance. This maintenance phase is carried out with the aim of preventing the possibility of damage or interference with each part of the machine, both on the engine part and on the frame. Preventive care must always be routine without having to wait for signs of damage to the machine.

Preventive maintenance is still divided into several treatment steps. Some maintenance steps included in preventive maintenance include periodic inspections and periodic maintenance.

  • Schedule Overhaul
    The next type of heavy equipment maintenance or maintenance is an overhaul schedule, namely maintenance carried out based on certain time intervals. This treatment time interval has also been determined and there are standards according to each component. This treatment is carried out with the aim of reconditioning each component and engine to return to the initial conditions in accordance with the factory standards.

Similarly, the maintenance interval. The maintenance time interval for each machine is different depending on the conditions, be it terrain conditions, operator capability, periodic maintenance, and other conditions.

  • Condition Base Maintenance
    The last maintenance or maintenance step is condition base maintance. This maintenance step is carried out with the aim to return each component or unit of the machine to return to its original condition or return to its standard condition. This treatment step is done by doing service or repairs such as PPM and PPU services which are carried out based on the latest standards.

Every device definitely needs to get treatment so that it can continue to function normally and stably. This treatment is carried out both in terms of the framework and the engine. This is because the smooth use of heavy equipment is not only from the operator’s ability, but also from the condition of the equipment itself. That’s why heavy equipment maintenance is needed. Heavy equipment maintenance is not only to support the stability of its performance, but also can help in determining the cost of development planning. The maintenance or maintenance steps also vary as explained above.

 

Proses perawatan atau yang dikenal dengan istilah maintanance ini adalah sebuah tindakan yang dilakukan untuk mempertahankan peralatan-peralatan agar tetap dalam kondisi atau keadaan yang stabil sampai beberapa waktu tertentu. Selain untuk membuat kondisi alat berat tetap stabil dan mesin-mesin yang ada di dalamnya bisa bekerja secara normal, maintenance alat beratjuga diperlakukan untuk membantu dalam perencanaan anggaran produksi atau anggaran konstruksi yang dibutuhkan. 

Maintenance alat beratjuga harus dilakukan dalam beberapa langkah perawatan. Langkah perawatan ini dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan penggunaan masing-masing unit alat berat. Dengan melakukan maintanance atau perawatan, pada beberapa jenis alat berat juga bermanfaat untuk  meminimalkan biaya produksi. Yang paling penting, langkah perawatan yang dilakukan sesuai dengan standar yang sudah ditentukan juga akan menjamin keselamatan, baik pekerja maupun operator. Seperti di bawah ini adalah langkah-langkah maintanance yang harus dilakukan untuk bisa tetap mempertahankan kestabilan kinerja alat berat.

  • Preventive Maintenance 

Langkah atau tahap perawatan alat berat yang pertama dikenal dengan nama preventive maintanance. Tahap perawatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah kemungkinan terjadinya kerusakan maupun gangguan pada setiap bagian dari alat berat, baik pada bagian mesin maupun pada kerangkanya. Perawatan pencegahan ini harus selalu rutin dilakukan tanpa harus menunggu adanya tanda kerusakan pada alat berat. 

Preventive maintanance ini masih terbagi lagi ke dalam beberapa langkah perawatan. Beberapa langkah perawatan yang termasuk dalam preventive maintanance ini antara lain adalah inspeksi berkala dan perawatan berkala.

  • Jadwal Overhaul 

Jenis perawatan ataumaintanance alat beratselanjutnya adalah jadwal overhaul yaitu perawatan yang dikerjakan berdasarkan interval waktu tertentu. Interval waktu perawatan ini juga sudah ditentukan dan sudah ada standarnya sesuai dengan tiap komponen. Perawatan ini dilakukan dengan tujuan untuk merekondisi setiap komponen maupun mesinnya agar kembali pada kondisi seperti awal sesuai dengan standar pabriknya. 

Begitu pula dengan interval waktu perawatannya. Interval waktu perawatan masing-masing alat berat ini berbeda tergantung pada kondisinya, baik itu kondisi medan penggunaan, kemampuan operator, perawatan berkala, dan kondisi-kondisi lainnya.

  • Condition Base Maintenance 

Langkah maintanance atau perawatan alat berat yang terakhir adalah condition base maintance. Langkahperawatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembalikan setiap komponen atau unit alat berat agar kembali pada kondisi seperti semula atau kembali pada kondisi standardnya. Langkah perawatan ini dilakukan dengan cara melakukan service atau perbaikan seperti service PPM maupun PPU yang dilakukan berdasarkan standar terbaru. 

Setiap perangkat pasti perlu mendapatkan perawatan agar bisa tetap berfungsi secara normal dan stabil. Perawatan ini dilakukan baik dari segi kerangka maupun mesinnya. Hal ini karena kelancaran penggunaan alat berat tidak hanya dari kemampuan operatornya saja, namun juga dari kondisi alat itu sendiri. Karena itulah diperlukan maintanance alat berat. Maintenance alat berat ini tidak hanya untuk menunjang kestabilan performanya saja, namun lebih jauh huga bisa membantu dalam hal menentukan biaya perencanaan pembangunan. Langkah perawatan atau maintanancenya juga beragam seperti yang sudah dijelaskan di atas. 

4 Safety Gear in Mining and Construction

1024 1024 adhistya
  1. Hard Hats

Protection of head injuries is important in every safety program. Why is important? Hard hat can protect your head, face, neck and shoulders from a falling object, spark, drops and spills. A survey by Bureau of Labor Statistics said that the most causes of head injuries were not wearing head protection.

2. Safety Boots

Suggested steel toe boots. According many people ask whether or not to wear safety boots because they think safety boots uncomfortable and the steel toe are not having good air circulation. Most mining or construction sites will not allow you enter the site unless you wearing steel toe boots. If something heavy fall on your feet, or your feet hit the sharp objects, steel toe will help you to shield from bad luck.

3. Gloves

In possibility to reduce injuries to any risk of the hand, Personal Protective Equipment (PPE) should be used. Some jobs where gloves can be appeal in a tool or machinery and can be have more chance to injure the hands, gloves do not to be worn. Recommended to discuss it first with on site safety manager.

4. Safety Glasses

According to a survey work related injuries to permanent or temporary eyes accident it trusted that up to 80% can be avoid by wearing safety glasses. It is very important to use safety glasses for the job that you are working on and choose the comfortable to wear.

4 BENEFITS OF MAINTENANCE SYSTEM

1024 576 adhistya

As a standard that has been implemented from the factory or manufacturer, the system of maintenance of the equipment will definitely benefit the unit. There are many benefits that can be obtained if maintenance of heavy equipment is carried out regularly, as some of them are below.

1. Avoid Corrosion or Rust

The first benefit of this machine maintenance system is to prevent the device from experiencing corrosion or corrosion. Any material made of metal if it interacts too often with outdoor temperatures, a reaction will arise that can trigger a corrosion process. Therefore, by carrying out routine and periodic maintenance of heavy equipment, the process of corrosion on the outside of the tool can also be avoided.

2. Heavy Equipment Can Last Longer

The next benefit that can be obtained if doing maintenance on heavy equipment regularly and periodically is that it can make the tool last longer. The maintenance process that is carried out routinely and periodically will make problems and disturbances that occur in these devices can be known earlier. That way the technician can also make early repairs before the problem gets worse so that it can have a greater impact.

3. Heavy Equipment Can Always Be Alert

Regular and periodic maintenance of heavy equipment also provides enormous benefits in terms of the performance of the machine itself. With regular and routine maintenance, the device will always be idle when it will be used again. Including the maintenance or maintenance of the right tools after use will make the device continue to be in standby. If you often find heavy equipment that suddenly dies when used, this happens because the device does not get proper maintenance. Therefore, routine maintenance is needed so that the incident does not occur when the tool is being used.

4. Spare Parts Are Not Quickly Damaged

The most important benefit of a heavy equipment maintenance system is to make the spare parts not damaged quickly. When doing periodic maintenance, technicians will not only check the outside or frame, but also spare parts. This is because when doing maintenance, spare parts will also be automatically checked as one of the standard treatments for each machine. From this examination it will be known whether there is a disturbance or not on the spare part.

Heavy equipment has a very important role in building and mining construction projects. With the existence of heavy equipment will further facilitate the work and provide time and cost efficiency. But if it is used too much, it is not impossible if the machine will experience interference or problems in it. That’s why a system of maintenance of heavy equipment was implemented This system will also provide significant benefits.

4 Manfaat Utama Sistem Pemeliharaan Alat

Sebagai sebuah standar yang sudah diterapkan dari pabrik atau produsennya, sistem pemeliharaan alat berat pasti memberikan manfaat untuk unit tersebut. Ada banyak manfaat yang bisa didapat jika pemeliharaan terhadap alat-alat berat ini dilakukan secara berkala, seperti beberapa diantaranya ada di bawah ini.

1. Terhindar dari Korosi atau Karatan

Manfaat pertama dari sistem pemeliharaan alat berat ini adalah untuk mencegah alat agar tidak mengalami proses korosi atau karatan. Setiap bahan yang terbuat dari logam jika terlalu sering berinteraksi dengan suhu luar ruangan, maka akan timbul reaksi yang bisa memicu terjadinya proses korosi. Oleh karena itu, dengan melakukanpemeliharaan alat berat secara rutin dan berkala, maka proses terjadinya korosi pada bagian luar alat juga bisa dihindari.

2. Alat Berat Bisa Bertahan Lebih Lama

Manfaat selanjutnya yang bisa didapatkan jika melakukan pemeliharaan terhadap alat berat secara rutin dan berkala adalah bisa membuat alat tersebut bertahan lebih lama. Proses pemeliharaan yang dilakukan secara rutin dan berkala akan membuat masalah maupun gangguan yang terjadi pada alat tersebut bisa diketahui lebih awal. Dengan begitu teknisi juga bisa melakukan perbaikan dini sebelum masalah tersebut semakin parah sehingga bisa menimbulkan dampak lebih besar.

3. Alat Berat Bisa Selalu Siaga

Pemeliharaan secara rutin dan berkala terhadap alat berat juga memberikan manfaat yang sangat besar dalam hal performa alat berat itu sendiri. Dengan perawatan berkala dan rutin, alat akan selalu dalam kondisi siaga saat akan kembali digunakan. Termasuk juga perawatan atau pemeliharaan alat yang benar pasca penggunaan akan membuat alat bisa terus dalam keadaan siaga. Jika Anda sering menemukan alat berat yang tiba-tiba mati saat digunakan, hal ini terjadi karena alat tersebut tidak mendapatkan pemeliharaan yang sesuai. Oleh karena itulah diperlukan pemeliharaan secara rutin agar kejadian tersebut tidak terjadi saat alat sedang digunakan.

4. Spare Part Jadi Tidak Cepat Rusak

Manfaat paling penting dari sistem pemeliharaan alat berat adalah membuat spare part jadi tidak cepat rusak. Saat melakukan perawatan secara berkala, teknisi tidak hanya akan memeriksa bagian luar atau kerangkanya saja, namun juga spare part. Hal ini karena saat melakukan perawatan, spare part juga akan secara otomatis diperiksa sebagai salah satu standar perawatan pada setiap alat berat. Dari pemeriksaan ini akan diketahui apakah ada gangguan atau tidak pada spare partnya.

Alat berat memiliki peran sangat penting dalam proyek konstruksi bangunan maupun pertambangan. Dengan adanya alat berat akan semakin memudahkan pekerjaan dan memberikan efisiensi waktu dan biaya. Namun jika terlalu banyak digunakan, bukan tidak mungkin jika alat berat ini akan mengalami gangguan atau masalah di dalamnya. Karena itulah diberlakukan sistem pemeliharaan alat berat. Sistem ini juga akan memberikan manfaat yang signifikan.

TIPS HOW TO SAVE FUEL FOR THE HEAVY EQUIPMENT

1024 576 adhistya

Mining equipment is needed to drill, dig, load and transport commodities produced by mining companies. And the heavy equipment cannot run without fuel. Fuel is one of the largest cost components in operation at mine sites throughout the world. That is why mining companies are constantly looking for ways to operate more efficiently and reduce fuel use.

One of the things that creates the biggest waste of fuel is idle time – when the machine is operating, but in a state of being unproductive. A number of idle times have been anticipated; for example, when a transport truck waits for loading from a shovel. However, often the idle time is due to inefficient operation and, especially, the operator’s performance is below standard.

Technology systems that track and monitor machine use can provide information that helps to identify poor operating practices – such as inefficient turnover times, improper placement of loaders or haul trucks, and improper gear selection. The use and productivity of the machine can be tracked based on the type of machine and operator. After bad practices are identified, steps can be taken to overcome this inefficiency.

When operators become more productive, machine idle time will decrease and, as a result, less fuel is burned – a large contributor to lowering costs per ton and increasing profitability.

“Technology fuels economy, unfortunately in today’s world it’s the fuel that drags economy”

YATIN PATEL

TIPS MENGHEMAT BAHAN BAKAR PADA ALAT BERAT

Alat berat tambang diperlukan untuk mengebor, menggali, memuat, dan mengangkut komoditas yang dihasilkan oleh perusahaan tambang. Dan alat berat tersebut tidak dapat berjalan tanpa bahan bakar. Bahan bakar adalah salah satu komponen berbiaya terbesar dalam pengoperasian di lokasi tambang di seluruh dunia. Itulah mengapa perusahaan tambang terus-menerus mencari cara untuk beroperasi dengan lebih efisien dan mengurangi penggunaan bahan bakar.

Salah satu hal yang menciptakan pemborosan terbesar bahan bakar adalah waktu idle — ketika alat berat beroperasi, namun dalam kondisi sedang tidak produktif. Sejumlah waktu idle telah diantisipasi; misalnya, ketika truk angkut menunggu pemuatan dari shovel. Namun, sering kali waktu idle diakibatkan karena pengoperasian yang tidak efisien dan, terutama, kinerja operator yang berada di bawah standar.

Sistem teknologi yang melacak dan memonitor penggunaan alat berat dapat memberikan informasi yang membantu untuk mengidentifikasi praktik pengoperasian yang buruk — seperti waktu pergantian yang tidak efisien, penempatan loader atau truk angkut yang tidak benar, dan pemilihan gigi yang tidak tepat. Penggunaan dan produktivitas alat berat dapat dilacak berdasarkan jenis alat berat dan operator. Setelah praktik yang buruk diidentifikasi, langkah-langkah dapat diambil untuk mengatasi ketidakefisiensian ini.

Ketika operator menjadi lebih produktif, waktu idle alat berat akan berkurang dan, sebagai akibatnya, bahan bakar yang dibakar lebih sedikit — kontributor yang besar untuk menurunkan biaya per ton dan meningkatkan profitabilitas.

Sc: cat.com

  • 1
  • 2