{:en}Based on the industry survey, 70% of equipment failure are self-induced where 40% of them due to human error. The blame can be distributed to various functions; maintenance, engineering, operation, quality & management.
Standard Operating Procedure for Operations
This is a tough one to complete. Most company only use generic terms to define an activity like “check filter”, “clean the engine” without any checklist or specific guidance on how to do all these activities.
Engineers need to build a standardized work activity that can be easily followed by any operators so they can set an expectation of performance and measure the quality of work.
Build a small specialized engineering team
The operator or mechanic deals with the equipment frequently and will be the first to sense any changes or abnormal condition. They should make this into their report book and notify someone with the position or skill to address this issue.
You don’t need an external auditor or third party to analyze this report, but a team of engineers with duties only to fix & maintain machinery would be ideal to decide whether the problem worth serious attention.
Implementing this into your business will help improving asset uptime with less money to spend.{:}{:id}Berdasarkan survey, 70% mesin & peralatan mengalami kerusakan dikarenakan kesalahan diluar teknis mesin, bahkan 40% karena kesalahan manusia baik saat pengoperasian, maintenance, management dll.
Standard Operating Procedure for Operations
Ini jarang dimiliki oleh perusahaan, kebanyakan menggunakan istilah umum untuk menjelaskan kegiatan teknis seperti “Bersihkan mesin” tanpa ada checlist apa langkah yg harus dilakukan untuk membersihkan mesin ataupun panduan/manual.
Tim teknisi harus menyusun aktivitas kerja terstandar yang dapat dengan mudah diikuti oleh teknisi lainnya sehingga dapat ditentukan tingkat kepuasan/keberhasilan (KPI) dalam setiap pekerjaan.
Build a small specialized engineering team
Operator adalah orang yang setiap saat berinteraksi dengan peralatan, sehingga orang pertama yang akan merasakan perubahan atau ke tidak normalan suatu fungsi pada peralatan.
Mereka seharusnya diberikan tanggung jawab untuk melaporkan hal tersebut dalam laporan rutin yang mereka serahkan, sehingga dapat menjadi catatan untuk orang atau tim yang lebih paham dengan kondisi teknis tersebut.
Perusahaan tidak perlu menyewa auditor external atau menyampaikan ke vendor tiap laporan teknis namun cukup dengan memiliki tim kecil yang khusus bertugas menganalisa laporan teknis dari operator dan menentukan eskalasi permasalahan untuk segera mengambil tindakan pencegahan pada laporan yang memang potensial untuk menjadi besar.
Melakukan langkah ini tidak membutuhkan biaya besar namun dapat meningkatkan secara signifikan kemampuan kerja mesin & peralatan.
{:}
